6 Agustus 2020
amalan sunnah

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan yang Diperintahkan Rasulallah

Ibadah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan dibanding dengan bulan lainnya. Di bulan yang penuh berkah ini semua amalan dilipat gandakan pahalanya. Ramadhan  bahkan dimaknai dengan sejuta kemuliaan. Dilansir brilio.net dari nu.or.id, Ramadan terbilang bulan istimewa bagi umat Islam. Terdapat banyak keberkahan dan ampunan di dalamnya. Termasuk keutamaan bulan Ramadhan di dalamnya terdapat beberapa amalan sunnah yang diperintahkan Rasulallah.

Bahkan dalam sebuah hadis dikatakan, “Pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu pada saat Ramadan,” (HR Al-Bukhari).

Tak hanya dari pahala menjalankan ibadah puasa saja yang bisa didapatkan, masih banyak amalan baik lainnya yang bisa mendatangkan pahala. Apa sajakah itu? Berikut ini deretan amalan pada bulan Ramadan yang dapat menambah pahala selain puasa:

1. Salat Malam

Salat malam merupakan ibadah yang memiliki banyak pahala di bulan biasa. Apalagi kalau dikerjakan saat bulan Ramadan.

Hadis Nabi berbunyi yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu`anhu berkata, “Jangan tinggalkan salat malam, karena sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau Salat dengan duduk.” [HR. Abu Dawud & Ahmad].

2. Berbagi Makanan

Memberi makan orang puasa bisa dilakukan saat memberi takjil. Amalan ini akan mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Baca Juga  Mengenal Anggota Wudlu danTayamum

(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadit ini shahih).

3. Tadarus Alquran

Santri dari Pondok Pesantren Nurul Hidayah melakukan tadarus alquran dengan penerangan obor di tengah sawah Dusun Tempel, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Selasa ( 21/5/2019). Pengajian tersebut untuk menyambut malam Nuzulul Quran pada 17 Ramadan 1440 Hijriah. (Liputan6.com/Gholib)

Tadarus atau membaca Alquran memiliki kemuliaan besar di bulan Ramadan. Membaca satu huruf Alquran akan diberikan sepuluh kebaikan.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadisnya, yang berbunyi, “Nabi Muhammad saw: puasa dan Alquran keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat…,” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

4. Perbanyak Sedekah

Di bulan suci nan berkah ini manusia diharapkan untuk bisa memperbanyak sedekah. Rasa empati terhadap orang yang lebih membutuhkan.

Imam Izzudin al-Sulami mengatakan orang yang berpuasa ketika dia merasakan lapar, dia mengingat rasa lapar itu.

Hal itulah yang memberikan dorongan kepadanya untuk memberi makan pada orang yang lapar. (Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami, Maqâshid al-Shaum, hlm 16).

5. Berzikir

Jemaah membaca kitab suci Alquran usai salat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (7/5/2019). Umat muslim meningkatkan ibadah pada bulan suci Ramadan dengan membaca Alquran (tadarus), salat berjemaah, berdoa, dan zikir di masjid. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Baca Juga  Wanita Haid di Bulan Ramadhan, Kerjakan Ini

Bulan Ramadhan, seluruh waktu memiliki kemuliaan. Dari pagi hingga malam hari. Maka dari itu perbanyaklah berzikir dan mohon ampun kepada Allah.

Allah pernah berfirnan di Alquran surat Al-Dzaariyat ayat 18, yang artinya: Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah firmankan, “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18)

6. Itikaf

Umat muslim membaca Al-Quran pada hari ke-28 bulan suci Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (12/6). Sejumlah umat muslim meningkatkan ibadah mereka dengan melakukan itikaf di Masjid Istiqlal. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Itikaf atau berdiam diri di dalam masjid semata-mata karena ingin mendekatkan diri kepada Allah. Itikaf biasanya dianjurkan setiap hari dilakukan.

Namun, itikaf paling utama dilakukan pada 10 hari terakhir bulan puasa. Hal itu bertujuan untuk bisa mendapatkan malam lailatul qadar.

7. Duduk di Masjid hingga Matahari Terbit

Duduk di masjid hingga matahari terbit merupakan salah satu kebiasaan Nabi Muhammad.

Sebuah hadis dari Anas RA berbunyi: “Siapa Salat Shubuh dengan berjama’ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu Salat dua raka’at, maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. Tirmidzi]

Baca Juga  Ramadhan dan Tradisi Membaca

8. Menghidupkan Lailatul Qadar

Lailatul qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Lailatul qadar datang pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan.

Dianjurkan bagi seluruh umat muslim untuk dapat menghidupkan malam ini dengan memperbanyak ibadah. Misalnya dengan cara melakukan itikaf, memperbanyak doa, tadarus, salat malam, dan memperbanyak taubat.

9. Tarawih

Pemandangan saat jemaah menunaikan salat tarawih malam pertama Ramadan 1439 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5). Tarawih malam pertama Ramadan 1439 H di Masjid Istiqlal dihadiri oleh ribuan jemaah. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Tarawih merupakan salat yang dilaksanakan setelah salat isya. Tarawih memang bukanlah sebuah salat wajib. Namun, salat yang hanya dilakukan pada Ramadhan ini memiliki banyak pahala.

Salat Tarawih berdasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Hurairah RA, berkata: Rasulullah SAW menganjurkan (Salat) qiyami Ramadhan kepada mereka (para shahabat), tanpa perintah wajib.

10. Jaga Silaturahmi

Sebagai uamt muslim dianjurkan untuk selalu menjaga silaturahmi dengan orang lain. Dilansir dari almanhaj.or.id, silaturahmi merupakan salah satu faktor penyebab umur panjang dan banyak rezeki.

Nabi Muhammad pernah bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” [Muttafaqun ‘alaihi].

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy