8 Agustus 2020

Adam

Puisi Zen KR. Halil*

Adam

 

Kau yang sulung

Terlahir sebagai renung

Tuhan, tanah dan kun

Mengabadi dalam sejarah negeri nun.

Terkadang, khawatir aku

Rindumu membentang di hatiku

Menyusuri ruas batas semesta

Tak letih memburu asmara Hawa.

Dari apakah hatimu tercipta

Ketabahanmu lebih keras tinimbang batu dan baja.

Hingga, kau yang sulung

Abadi sebagai renung

Tuhan, tanah dan kun

Kekal melebihi apapun.

2020

Nuh

 

Buatkanlah satu perahu lagi untukku

Akan kuarungi dunia yang gaduh.

Di semsetaku, kini airmata membanjir

Entah berapa Kan’an lagi bakal terlahir?

2020

Ibrahim

 

Sebelum Ia kau temukan

Matahari, bulan, dan bintangpun kau tuhankan

Ia tak henti kau cari

Bahkan hingga semesta dan segala isi.

“Tuhanku pasti Mahasegala

Abraha dan patungnya bukanlah apa-apa.”

Dengan hati pasrah, jiwa gagah

Patung-patung Abraha kau belah

Kaupun hendak dihukum mati

Dibakar dalam kobar api.

Ia menjumpaimu

Nyala dan bara menjelma gigil ke tubuhmu.

Aku pun paham

Bahwa Tuhan benar-benar tak pernah terpejam.

Baca Juga  Puisi Puisi Mohammad Cholis

2020

Yusuf

 

Sebelum kau ada

Kukira tiada lebih indah dari purnama

Namun keyakinan itu

Seketika remuk di matamu.

Zulaikha tergila-gila

Tiba-tiba saja.

Lelaki selain kau seperti

Hanya seekor babi.

“Ayah, semalam bermimpi aku

Sebelas matahari, bulan dan bintang sujud padaku.”

Dan benar, akhirnya kau merajai

Ketampanan seluruh lelaki.

2020

Muhammad

 

Ya nabi salam alaika, Ya rasul salam alaika

Ya habib salam alaika, Salawatullah alaika.

 

Wahai, selain engkau siapakah

Yang mampu membuat itu bulan terbelah?

Tak akan pernah ada

Tak akan pernah ada

Tiadalah menempel debu ke dalam

Hatimu yang sesuci zamzam

Engkau terlahir

Semsesta berzikir.

Selain engkau siapakah

Yang dalam semalam mampu menembus lagit tujuh?

Tiada mungkin bisa

Tiada mungkin bisa

Engkaulah matahari, engkaulah purnama

Kau cahaya di atas cahaya[1]

 

Maka bagaimana aku tidak mencintaimu

Semsetaku utuh dari nur mu.

Selain engkau siapakah

Yang dari jemarinya mengalir air yang entah,

Yang berpayung awan

Kemanapun berjalan,

Baca Juga  Amin

Yang membuat menangis kerikil dan pohonan

Karena takut ditinggalkan?

Siapakah selain engkau yang berjiwa Qur’an

Yang berdada Tuhan?

Tak akan pernah ada

Tak akan pernah ada

Betapa ketika engkau tiada

Dunia kehilangan jiwa.

Wahai, kekasih umat seluruh

Deras rinduku mengalir kepadamu

Mari datanglah kau selalu

Berlabuh ke dalam mimpi-mimpiku.

2020

[1] Disarikan dari kitab shalawat maulidu Ad- diba’iv

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy