25.3 C
Indonesia
16 Juli 2019
Agama

Amalan Sunnah Di Sepuluh Hari Akhir Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, bulan dimana setiap muslim berlomba-lomba dalam kebaikan. Terlebih lagi di sepuluh hari akhir dari bulan Ramadhan.

Hal ini karena menurut pendapat para ulama di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir ini adalah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Dan berdoa pada malam itu tiada pernah terhijab, oleh karenanya setiap muslim sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir di bulan Ramadhan.

Menurut pendapat ulama juga umumnya malam lailatul qodar ini jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan, bisa pada tanggal 21, 23, 25, 27 ataupun tanggal 29.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang berbunyi “carilah malam lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dengan mengetahui keistimewaan sepuluh hari akhir bulan Ramadhan ini sudah seyogyanya bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketaatanya kepada Allah SWT seraya berharap dapat menjumpai malam lailatul qodar.

Dan anjurkan pada sepuluh akhir ini untuk memperbanyak amal ibadah seperti membaca Al-Quran, Dzikir, I’tikaf dan Sholat Sunah. Sholat sunah di bulan Ramadhan dapat dilakukan  dalam jumlah bilangan yang banyak  ataupun sedikit, hanya saja memanjangkan bacaan surat dalam sholat dengan jumlah rakaat yang sedikit lebih baik dibanding memendekan bacaan surat dengan sholat yang banyak jumlah rakaatnya.

Dari amal ibadah tersebut yang paling dianjurkan untuk dilakukan adalah I’tikaf, hal ini didasarkan pada hadist nabi yang berbunyi “Rasulullah memperbanyak i’tikaf  pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan” (HR Bukhori-Muslim). Bahkan dikabarkan pada bulan Ramadhan terakhir di tahun wafatnya, Rasulullah beri’tikaf selama dua puluh hari.

Perlu diketahui bahwa I’tikaf ini hanya bisa dilaksanan di masjid jami’ saja, maksudnya hanya bisa dilaksanakan di masjid yang biasa digunakan untuk melaksanakan sholat jum’at. Dalam Melaksanakan I’tikaf juga sangat dianjurkan untuk menyibukan diri dengan perbuatan-perbuatan taat seperti membaca Al-Quran, Hadist, berdzikir, belajar ilmu agama, melakukan sholat, menjauhi hal-hal yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat, dan tidak berbicara kecuali tentang kebaikan saja.

Namun demikian Apabila seseorang ingin mendapatkan keberkahan malam lailatul qodar dan keberkahan bulan Ramadhan akan tetapi tidak dimungkin baginya untuk melaksanakan banyak ibadak maupun I’tikaf karena kesibukan yang padat, atau sakit, maka sangat dianjurkan untuk melanggengkan jamaah sholat isya dan sholat subuh.

Sebagian para ulama berkata barang siapa yang melanggengkan sholat subuh dan isya’ dengan berjamaah setiap hari selama bulan Ramadhan, maka ia akan memperoleh keberkahan dan keutamaan malam lailatul qodar meskipun ia tidak melihat tanda-tanyanya.

Oleh Ahmad Khalwani: Mahasiswa Pasca Sarjana UNUSIA Jakarta

Related posts

Do’a awal dan akhir tahun

PENA SANTRI

Etika Islam dalam Membayar Upah Buruh

admin

Dalil Keistimewaan Ramadlan

admin

Perbedaan Hukum Sholat Di Dalam Kereta Api Dan Pesawat Dan Apa Yang Harus DiLakukan

admin

Apa Isi Khotbah Terakhir Hadratusyaikh Hasyim Asyari..?

admin

Tata Cara Shalat Idul Fitri

admin

Leave a Comment