21 September 2020

Arti Sebuah Keyakinan Menurut Syeck Imriti


Oleh ibnu badri 

Pada saat penulis mencari ilmu disalah satu institut pendidikan di kota Semarang, penulis teringat salah satu adagium yang menjadi branding institut tersebut, yaitu “penting yakin”, maksudnya menjadi seorang santri haruslah selalu yakin, branding ini setelah penulis telusuri adalah merupakan sedikit dari hikmah yang disampaikan oleh pimpinan dari institut tersebut. Sehingga penulis sampai menjumpai beberapa orang yang belajar di institut tersebut membuat meme orang yang sedang memancing dijalan raya, yang jalannya berlubang dan penuhi air kotor, kemudian terdapat sebuah tulisan yang berbunyi “penting yakin”. 


Sebuah meme yang merupakan sarkasme bagi kebanyakan orang yang hidup dizaman modern yang selalu mengedepankan perhitungan fisik dan logika. Penulis menyadari bahwa keyakinan merupakan salah satu modal penting untuk menapaki masa depan, hal ini penulis sadari ketika penulis mendengar cerita langsung dari pimpinan institut tersebut yang mengatakan bahwa saya itu sudah menginginkan tanah yang ada dibelakang masjid itu selama sepuluh tahun, alhamdulillah sekarang tanah itu sudah menjadi milik institut ini. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menanti hal tersebut, akan tetapi terbukti sudah bahwa keyakinan itu memang sangat penting. Pimpinanan tersebut melanjutkan ceritanya bahwa orang dizaman sekarang itu miskin angan-angan perencanaan hidup dimasa mendatang, misalnya ingin membangun gedung dengan model seperti ini, berangan-angan saja miskin apalagi keyakinan. Padahal berangan-angan itu tidak ada ruginya bahkan kadang anganangan yang disertai keyakinan tersebut dikabulkan oleh tuhan dimasa mendatang. 

Membangun keyakinan memang bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan pula suatu hal yang sulit didapatkan. Memang dinamika keyakinan itu selalu dinamis, kadang naik dan kadang pula selalu turun. Dan keyakinan ini pun bisa muncul dari dalam diri sendiri dan pula bisa berasal dari motivasi orang lain, sebut saja syehk imriti keyakinannya untuk bisa menuliskan sebuah buku penting dalam gramatika bahasa arab muncul dari dorongan orang lain, beliau berkata 


 سئلت فيه من صديق صادق #  يفهم قولي لاعتقاد واثق

(sahabat karib yang memahami perkataanku, memintaku untuk membuat buku ini karena ia memiliki keyakinan yang kuat  bahwa saya mampu dalam hal ini). 

Keyakinan syekh imriti untuk membuat sebuah buku gramatika bahasa arab ini, muncul dari dorongan sahabat karibnya yang mengetahui bahwa syekh imriti itu mampu dan bisa untuk membuat buku tersebut. Beliau menyebutkan sabahatnya dengan perkatan (صديق) yang artinya adalah orang yang merasa senang jika temanya senang dan merasa sedih jika temanya sedih, dan bukan menyebutkan sahabat dengan kata ( )صاحب yang artinya adalah orang yang sudah lama bergaul denganmu. Dengan demikian sahabatnya ini tidak hanya berteman lama dengan dengan imriti akan tetapi sahabatnya ini telah mengetahui keadaan psikologis syekh  imriti secara mendalam, sehingga sahabatnya ini mampu memberikan keyakinan yang kuat kepada syekh imriti untuk mampu menyusun sebuah buku. 


Dilihat dari perkataan syehk imriti ini, ciri sahabat yang baik ada tiga, pertama syekh imriti menyebutkan sifat sahabat yaitu dengan kata (صادق) yang artinya seorang sahabat yang jujur, yang kejujuranya itu keluar dari dalam hatinya, jadi seorang sahabat adalah seorang yang yang berkata benar padamu, bukan malah yang selalu membenarkan perkataanmu, sehingga sahabat yang seperti ini tidak akan membiarkanmu berjalan dalam kesalahan. 

Syehk ibnu atoilah dalam buku magnum opusnya, Hikam. menyebutkan bahwa jangalah berteman dengan orang yang kondisinya tidak membangkitkan semangatmu, dan perkataanya tidak mengantarkanmu kepada allah. dalam sebuah syair buatan pesantren lirboyo juga disebutkan “ yen ono konco olo lakune ndang dahono # yen ono konco bagus inggal ndang konconono” jika ada teman yang yang buruk lakunya segeralah dijauhi, dan apabila ada teman yang bagus lakunya, segeralah dekati, dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa bertemanlah dengan siapa saja, akan tetapi bersahabatlah dengan orang yang bisa membangkitkan semangatmu.  

Yang kedua syekh imriti menyebut sifat sahabat yaitu dengan perkataan ( ) يفهم قولي yang artinya mampu memahami perkataanmu, seorang sahabat adalah seorang yang mampu menjadi pendengar yang baik segala keluh kesahmu, memahami perkataanmu, memahami kondisimu, nyaman jika diajak bercerita. Yang ketiga syekh imriti menyebut sifat sahabat yaitu dengan perkataan (لاعتقاد واثق) seorang sahabat yang mampu meyakinkanmu untuk selalu berkarya, selalu memotivasimu untuk berbuat kebaikan.  

               
Keyakinan memanglah sangat penting untuk menapaki masa depan, untuk itu tumbuhkanlah keyakinanmu untuk terus berkarya, bangunlah pondasi keyakinan dijiwamu, baik dengan membangun melalui diri sendiri maupun melalui perantara orang lain. Dalam sebuah adagium kaidah hukum yurisprodensi islam disebutkan bahwa keyakinan tidak bisa digugurkan oleh keraguan (alyaqin la yuzal bisyak). 

Semua hal yang telah dilandasi dengan keyakinan, tidak dapat dipengaruhi oleh keraguan yang muncul kemudian, sebab keraguan murapakan unsur eksternal yang muncul setelah keyakinan. Keraguan merupakan unsur eksternal yang ada pada diri manusia yang muncul setelah adanya keyakianan, terus bagaimana keadaanya jika seseorang itu sejak awal tidak mempunyai keyakinan..? maka keraguan tersebut menjadi unsur internal manusia yang menghancurkan kualitas keyakinan, sehingga orang yang seperti ini sulit sekali mendapat sebuah keyakinan, malahan ia selalu memandang pesimis terhadap suatu urusan. Untuk itu marilah kita capai suatu kemantapan hati, baik itu kemantapan sudah mencapai pada ukuran pengetahuan yang mantap atau baru saja persepsi kuat. 

Oleh karena itu tidaklah disebut suatu keyakinan apabila masil terganjal oleh perasaan keragu-raguan. Imam thobari memberi komentar terhadap karakter kaum musyrikin yang terekam dalam surat yunus ayat 36 bahwasanya karakter orang musyrikin itu selalu berpegang pada prasangka-pransangka yang tidak bisa dibuktikan kebenaranya. Oleh karena itu yang seharusnya dijadikan bahan pijakan dalam berfikir dan bertindak adalah hal-hal yang secara jelas dapat menunjukan kepada kebenaran, bukan yang masih dalam keragua-raguan, oleh karenanya dalam kondisi yang bagaimanapun, hal-hal yang masih dalam keraguan atau yang masih menjadi tanda tanya tidak bisa disejajarkan dengan sebuah keyakinan. 

Keyakinan yang kuat merupakan modal seorang mukmin untuk membangun masa depannya, tanpa sebuah keyakinan seseorang akan kehilangan arah untuk melangkah menelusuri masa depan, apalagi seseorang tersebut sampai goyah keyakinananya dan mengikuti persangkaan-persangkaan orang lain yang dikiranya baik. Oleh karenanya Ibnu Atolilah menyitir sebuah hikmah yang artinya sebodoh-bodohnya manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinanya karena mengikuti persangkaan orang lain. Ibarat kata orang tersebut tidak mempunyai prinsip, selalu terbawa arus. Dengan demikian persangkaan adalah modal bagi orang bodoh untuk menatapaki masa depan sedangkan keyakinan adalah modal seorang mukmin dalam meniti kehidupan. 

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy