27 C
Indonesia
27 Juni 2019
Hikmah

Belajar Kepada Gus Dur Cara Menyikapi Radikaslisme

Cerita ini, Shuniyya dapat dari Ibu Andree Fiellard, penulis senior asal Perancis. Ketemu beliau dalam acara makan siang di kota Kendal tanggal 31 Maret 2019 lalu.

Beliau sudah ada di Indonesia sejak akhir tahun 1970an.  Meneliti organisasi Islam moderat di  negeri ini hingga jatuh cinta dengan NU.  

Persahabatan Sang Peneliti dengan Mbah Wali Gus Dur,  dimulai sejak beliau menjadi Ketua Umum PBNU, Presiden RI maupun setelah itu tetaplah terjaga.  

Bu Andree sering mengikuti kemanapun Mbah Wali pergi.  Memasuki era tahun 2004, gerakan radikal mendapatkan panggung luas di negeri ini.

Tahun 2005 Bu Andree pernah menanyakan kepada Mbah Wali,  bagaimana sikap NU dalam menghadapi gerakan radikal yang semakin merajalela.

Mbah Wali hanya dhawuh: “Anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi.  Kita akan panen.  Mereka akan kalah dengan anak muda kita”.

Subhanaka ya Allah la ‘ilma lana illa ma ‘allamtana.  Apa yang didhawuhkan Mbah Wali terbukti sudah.  Sejak tahun 2015 anak muda NU membuat gerakan yang berhasil menghadang kelompok radikal.

Dan kini kita benar-benar panen anak muda NU yang solid dan mantap. Sebuah generasi yang tidak pernah diprediksi kelompok radikal dan bala kurawanya. Yang seakan muncul mendadak dan memorak-porandakan gerakan masif mereka.

Selamat berjuang di segala lini wahai anak muda NU.  Mbah Wali Gus Dur bersama kalian semua.  

Ditulis oleh: Shuniyya Ruhama
Murid Mbah Wali Gus Dur

Sumber Laduni

Related posts

NGAJI : Siapa di Balik Satir?

PENA SANTRI

Di Antara Keajaiban Kelahiran Nabi Saw (Bagian I)

PENA SANTRI

Doa di Malam Rindu

PENA SANTRI

Abdullah Bin Abbas; Sahabat Nabi Tetesan Tuhan

PENA SANTRI

Sebelum Berakhir, Ini Kisah Wanita Mulia Di Bulan Rajab

khalwani ahmad

Perkembangan Tarekat

khalwani ahmad

Leave a Comment