8 Agustus 2020
Belajarlah Pada Pakar Medis Muslim, Hadapi Wabah Corona

Belajarlah Pada Pakar Medis Muslim, Hadapi Wabah Corona

Sejarah mencatat beberapa ahli pengobatan berasal dari Islam. Dengan pengakuan ini Islam menduduki posisi tinggi dan diakui dunia untuk hal kesehatan. Sehingga tak jarang, raja Eropa saat itu kerap mengutus putra-putri terbaik negeri mereka untuk menuntut ilmu di negara Islam.

Pemikir-pemikir Islam memberikan sumbangsih besar pada cabang ilmu pengetahuan ini. Bukan saja mendiagnosa dan mengobati penyakit dan kemudian selesai begitu saja, tetapi juga meliputi dasar-dasar metode eksperimen yang berpengaruh pada sisi-sisi praktis sebagai pencegahan dan pengobatan, serta membuat manusia agar menjauhi pola hidup buruk.

Hal ini dibuktikan dengan cara pengobatan Rasulullah SAW yang banyak ditiru negara barat. Pengobatan Rasulullah SAW dengan metode yang alami dikenal dengan Tibbun Nabawi (Pengobatan Nabi).

Rasulullah pernah bersabda, ” Berobatlah! Karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali membuat obatnya. Kecuali satu penyakit, yaitu tua.”

Islam tidak hanya berhenti pada metode Tibbun Nabawi, mereka terus melakukan eksperimen dan mengembangkan ilmu kedokteran. Sehingga ilmu kesehatan semakin berkembang dan melahirkan penemu-penemu medis yang hebat.

Baca Juga  Buku dan Narasi Peradaban Bangsa

Salah satunya, pada abad pertengahan, ada seorang dokter muslim bernama Ali bin Isa al-Kahal, dia seorang dokter spesialis mata dan banyak merumuskan teori-teori tentang mata.

Kemudian Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna, yang hidup antara tahun 986-1037 M. Seorang ilmuwan muslim dan Filosof besar pada waktu itu, hingga ia diberikan julukan Syeh Al-Rais. Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Alquran. Kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu.

Bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi. Selain itu Ibnu Sina menguasai bidang Medicine, Philosophy, Mathematics, Astronomy. Perannya dalam dunia kedokteran, Ibnu Sina mendapat julukan bapak kedokteran dunia.

Di abad ke-10, Al Zahrawi, orang pertama yang menemukan teori bedah dengan menggunakan suntik dan alat-alat bedah. Hingga saat ini, banyak instrumen bedah modern didesain sama persis seperti apa yang dia ciptakan. Misalnya, pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus untuk membedah mata dan masih banyak hal lainnya.

Baca Juga  Poligami Berkedok Sunnah Rasul

Ibnu Nafis pada abad ke-13 telah menggambarkan sirkulasi darah yang 300 tahun sebelumnya ditemui oleh William Harvey. Selain itu, dokter muslim pada kala itu juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol serta jarum berongga untuk menyedot katarak pada mata. Teknik ini masih digunakan hingga sekarang.

Tak hanya memberikan dampak baik pada ilmu medis, umat Islam juga merupakan generasi yang pertama membangun rumah sakit. Rumah sakit Islam pertama kali didirikan pada 705-715 M saat masa pemerintahan Khalifah al-Walid bin Abdul Malik.

Rumah sakit ini didirikan khusus untuk penderita lepra. Pada masa itu, rumah sakit disebut dengan al-Baimarastanat. Perkembangan medis oleh umat Islam ini memberikan dampak baik kepada bangsa Eropa, karena sembilan abad kemudian Eropa telah memiliki rumah sakit.

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy