6 Desember 2020

Berdo’a yang Melaknat Dan Menfitnah

Penasantri.id – Doa adalah senjata orang mukmin. Doa, selain sebagai bentuk nyata dari keyakinan kepada Allah, juga termasuk dari bagian kesolihan sosial. Oleh karenanya, setiap mukmin dianjutkan untuk berdo’a yang baik-baik.

Rasulallah pernah menyampaikan:

وكان اذا سئل أن يدعوا على احد مسلم أو كافر عام أو خاص عدل عن الدعاء عليه إلى الدعاء له

“Ketika Nabi diminta untuk mendoakan keburukan terhadap orang muslim, atau non muslim, secara umum atau khusus? Beliau menggantinya dengan mendoakan sebuah kebaikan” (HR. Bukhari Muslim)

Bersamaan dengan itu, Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya Risalatul Mu‘awanah menuliskan gini..

وقد ورد أن اللعنة إذا خرجت من العبد تصعد نحوالسماء فتغلق دونها أبوابها ثم تنزل إلى الأرض فتغلق دونها أبوابها ثم تجيء الى الملعون فإن وجدت فيه مساغا وإلارجعت على قائلها

“Ketahuilah bahwa suatu laknat, bila telah keluar dari mulut seseorang, akan naik ke arah langit, maka ditutuplah pintu-pintu langit di hadapannya sehingga ia turun kembali ke bumi dan dijumpainya pintu-pintu bumi pun tertutup baginya, lalu ia menuju ke arah orang yang dilaknat jika ia memang patut menerimanya, atau jika tidak, laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.”

Sayyid Abdullah Al-Haddad juga berkata:

واحذر – أن تدعو على نفسك أو على ولدك أو على مالك أو على احد من المسلمين وإن ظلمك, فإن من دعا على من ظلمه فقد انتصر. وفي الخبر “لا تدعوا على انفسكم ولا على أولادكم ولا على اموالكم لاتوافقوا من الله ساعة إجابة

Jangan sekali-kali mendoakan datangnya bencana atau mengutuk diri sendiri, keluargamu, hartamu ataupun seseorang dari kaum Muslimin walaupun ia bertindak dzalim terhadapmu, sebab siapa saja mengucapkan doa kutukan atas orang yang mendzaliminya, berarti ia telah membalasnya. Rasulullah SAW telah bersabda: ‘Jangan mendoakan bencana atas dirimu sendiri, anak-anakmu ataupun harta hartamu. Jangan-jangan hal itu bertepatan dengan saat pengabulan doa oleh Allah SWT

واحذرأن تلعن مسلما أو بهيمة أوجمادا أو شخصا بعينه وان كان كافرا إلا إن تحققت أنه مات على الكفر كفرعون وابي جهل أو علمت أن رحمة الله لا تناله بحال كإبليس

“Jauhkan dirimu dari perbuatan melaknat seorang Muslim (termasuk pelayan dan sebagainya), bahkan seekor hewanpun. Jangan melaknat seorang manusia tertentu secara langsung, walaupun ia seorang kafir, kecuali bila Anda yakin bahwa ia telah mati dalam keadaan kafir sepeti Fir’aun, Abu Jahal dan sebagainya. Ataupun, yang Anda ketahui bahwa rahmat Allah tak mungkin mencapainya seperti Iblis.”

Semoga ini bisa membuat kita sadar, bahwa doa yang tidak baik itu memiliki dua kemungkinan. Benar menuju orang yang didoakan, atau menuju orang mendoakan.

Jika dirasa doa buruk tersebut tidaklah pantas untuk orang yang didoakan, maka keburukan tersebut akan kembali kepadanya yang mendoakan.

تسحروا فإن في السحور بركة
SAHUR KARNA DI DALAM SAHUR BAROKAH

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy