28.7 C
Indonesia
6 Desember 2019

Bisakah Melihat Allah Di Dunia dan Dalam Keadaan Terjaga..?

Bisakah Melihat Allah Di Dunia dan Dalam Keadaan Terjaga..? 27

Melihat Allah adalah satu keinginan yang pasti ada dalam setiap diri manusia, terkhusus sebagai orang muslim, karena beberapa pendapat menyatakan bahwa melihat Allah adalah puncak dari segala puncak kenikmatan. Akan tetapi bisakah kita melihat Allah di dunia dan dalam keadaan terjaga…?
Banyak para sufi dan para ahli filsafat yang telah membahas mengenai hal yang sedemikian, yang tidak sedikit pendapatnya menjadi sangat kontroversial dikalangan masyarakat, dan terkhusus buat kalangan fuqoha atau ahli ilmu fiqih. 
Perdebatan demi perdebatan yang tiada pangkalnya mengenai hal ini akhirnya menghiasi sejarah peradaban umat muslim di dunia, baik barat maupun timur. Perdebatan mengenai hal yang demikian juga tak sedikit menyebabkan umat islam terkotakan menjadi beberapa kelompok, seperti Mu’tazilah, Jabariyah dan Asy’ariyah.
Penulis akan sajikan mengenai bisakah melihat Allah dalam keadaan terjaga dari perspektif Asy’ariyah, hal ini karena paham Asy’ariyah adalah paham mayoritas umat Islam di dunia sehingga menyajikan hal ini kepada masyarakat umum tidaklah terlalu keluar dari pemahaman masyarakat mengenai hal ini.
Menurut paham Asy’ariyah pembahasan mengenai bisakah melihat Allah dalam keadaan terjada terdapat dua pendapat.
Pendapat pertama menyatakan bahwa melihat Allah saat terjaga adalah mungkin terjadi, dan pendapat inipun dikuatkan oleh Qodhi ‘Iyadl, pendapat ini didasarkan pada kisah nabi Musa AS yang pernah meminta agar dapat melihat Allah, sedang kita semua mengetahui dan percaya bahwa Nabi Musa bukanlah orang yang bodoh dalam hal yang mungkin dan tidak mungkin di dunia ini.
Sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa melihat Allah dalam keadaan terjaga itu tidak mungkin terjadi, pendapat ini didasarkan pada kisah umat Nabi Musa yang pernah meminta untuk melihat Allah, akan tetapi mereka akhirnya disiksa. Kisah ini direkam apik oleh al-Quran surat an-Nisa, ayat 153:
“Mereka (Ahlul Kitab) berkata: Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata, maka mereka disambar petir karena kedzalimanya”
Sebagian ulama menyanggah kisah dalam ayat ini, mereka mengatakan bahwa siksa yang menimpa umat Nabi Musa adalah disebabkan karena keingkaran dan sikap mempersulit yang mereka lakukan, yaitu sikap meminta diperlihatkan dzat Allah, bukan karena ketidakmungkinan terjadi. 
Jika kita berpedoman pada pendapat pertama yang menyatakan bahwa bisa melihat Allah didunia dan dalam keadaan terjaga. Muncul suatu pertanyaan baru yaitu apakah hal ini bisa dilakukan oleh semua manusia atau terkhusus kepada dan nabi dan rasulnya…?.
Pendapat mengenai hal inipun dimenemui titik sepakat diantara para ulama, akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa melihat Allah di dunia dan dalam keadaan terjaga tidak akan terjadi pada selin Rasulullah SAW. Hal ini sesuai hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya:
“ketahuilah, bahwasanya seseorang diantara kalian tidak akan melihat tuhanya hingga mati”.
Berdasarkan hal ini maka melihat Allah di dunia dan dalam keadaan terjaga hanya bisa dilakukan oleh Rosulullah SAW saja, oleh karenanya sebagai muslim kita harus selalu beramal baik, walaupun kita tidak bisa melihat Allah di dunia, yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita didunia. Dengan demikian karena merasa terawasi kita akan selalu taat menjalankan perintahnya dan menjahui larangannya. 
Oleh
Ahmad Khalwani
(Mahasiswa Pascasarjana Sejarah Peradaban Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy