Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Tasawuf dan Wujudiyah Hamzah Fansuri: Memetakan Posisi Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat Secara Proporsional Dalam aqidah Sufism, seorang yang dengan serius hendak menapaki dunia tasawuf, wajid dicamkan kepadanya (3) level perjalanan spiritual hidup manusia yang mestinya dijalani dnegna tertib, Syari’at, Tarekat, Hakikat dan terakhir adalah Ma’rifat. Mesti dijalani dengna tertib, sebab sebab ia adalah tangga dimana manusia tidak akan pernah ...

Di Jawa, paham tasawuf wujudiyah  Syekh Hamzah Fansuri tumbuh subur atas dukungan raja-raha mataram.[1] Selain sebagai penyebar tasawuf wujudiyah, jasa terbesar Syekh Hamzah Fansuri di bidang pendidikan adalah  upayanya dalam memperkaya bahasa Melayu menjadi bahasa ilmu pengetahuan yang tidak  kalah dengan bahas ilmu lainnya yang berkembang saat itu. Atas usahanya inilah ia dianggap sebgai perintis dalam mengangkat bahasa Melayu menjadi ...

Adalah Sayyid Hasan Ali al-Husaini (Syaikh Siti Jenar), yang memiliki ajaran tasawuf wahdat al-wujud dari ulama jawa klasik yang berlainan watak dengan tasawuf wujudiyah Hamzah Fansuri. Ajarannya tentang Tuhan menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat yang notabeni masih terbilang awam. Hingga terpaksa dimusnahkan bersamaan dengan nyawanya. Jauh setelah kisah Syaikh Siti Jenar, pertengahan abad ke-15 ajaran serupa kembali tercium bauhnya di ...

Mungkin sekali waktu kita sedikit mengalami kesulitan untuk menjelaskan tasawuf dan sufi kepada orang lain dengan kalimat singkat dan sederhana. Mungkin juga kita menjelaskan tasawuf dan sufi dengan penjelasan panjang yang tidak definitif. Mungkin juga kita menjelaskan tasawuf dan sufi dengan pengertian rumit yang justru menjauhkan tasawuf dari pengertian aslinya. Pasalnya, tasawuf memiliki pokok utama yang tidak bisa dilepaskan. Sementara ...