27.8 C
Indonesia
20 Mei 2019
penasantri, Santri Penentu Masa Depan Bangsa
Amalan Santri

Cara Islam Memilih Pemimpin

Pesra demokrasi tidak hanya sekedar untuk mencari presiden baru, tetapi bagaimana tanggung jawab kita di akhirat jika salah memilih pemimpin, Rasulullah Saw mengingatkan:

إنما أخاف على أمتي الأئمة المضلين

“Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan(Rakyat) (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad dan Darimi /Maktabah Al-islamiyah).

Maka memilih presiden bukan hanya berdasarkan suka atau tidak suka, akan tetapi harus mencari sosok yang tepat. Karena bila salah coblos, maka nasib rakyat-lah yang akan menjadi taruhannya, dan yang paling ditakutkan adalah jika kita tidak mampu mempertanggung jawabkan pilihan politik di hadapan Allah.

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Fauzan Amin menyatakan, melihat tradisi kepemimpinan dalam islam setidaknya ada dua unsur pokok yang patut dicermati, pemimpin seperti apa yang paling layak dipilih?

Pertama adalah sosok ulama (ahli agama, tokoh spritual), kedua adalah waliyul amri (pemimpin wilayah atau negara). Rasulullah sendiri adalah tokoh spiritual sekaligus pemimpin negara Madinah. Begitu pula Abu Bakar Assiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz dan khalifah lain dalam sejarah kepemimpinan islam.

Menurutnya, hakikatnyamanusia tiada yang sempurna. Maka, dalam kasus memilih pemimpin, setidaknya carilah sosok yang paling mendekati dua unsur diatas yaitu ulama’ dan umaro’, supaya mereka saling mengisi dalam kabinet (koalisi) pemerintah yang di usung, misal; sang pemimpin seorang kiai dan wakilnya ahli strategi, atau sebaliknya, yang terpenting mereka bisa saling mengisi dan melengkapi. Dua komponen ini wajib ada dalam diri pemimpin bangsa, agar menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.

Ustad Fauzan Amin menegaskan bahwa secara moral, Islam telah mengajari tata cara menentukan pilihan, termasuk dalam memilih peminpin.

1. Lakukanlah salat istikharah

Sebelum menentukan pilihan sempatkan salat istikharah dan bacalah do’a sebagai berikut ini:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ , وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ , وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

Artinya “Ya Allah aku beristikharah atau memohon petunjuk dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon keutamaan-Mu.” (HR. Bukhari)

2. Rajin mendoakan pemimpin

Bacalah do’a berikut ini:

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

(Allahumma Inni A’udzubika Min Imratisshibyan Was Sufaha’)

Artinya “Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.” (Shahih adabul mufrad 47/66, Syamilah)

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

(Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa)

Artinya : “Yaa Allah -dikarenakan dosa-dosa kami- janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami” (Syamilah).

Dari berbagai hal yang telah dipaparkan olehnya, Ustadz Fauzan menegaskan bahwa bagai kalangan muslim yang besok hari akan menentukan pilihannya, hendaknya memilih dengan ketulusan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai ajaran Agama dan ajaran moral hidup berbangsa dan bernegara.

Related posts

Doa Menjaga Lisan

PENA SANTRI

Waktu Salat Duha yang Paling Utama

PENA SANTRI

Sholawat Fatih

admin

Do’a Memohon Kemajuan NU, Ijazah dari Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari

PENA SANTRI

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

Ahmad Fairozi

Keutamaan Shalat Dhuha Menurut Al-Habib Umar bin Hafidz

PENA SANTRI

Leave a Comment