1 Oktober 2020

Dinamika IPNU-IPPNU Kab. Malang

“Sebagai organisasi kaderisasi IPNU berusaha mengambil salah satu instrumen dalam mengawal keberlangsunganya estafet peran generasinya terhadap bangsa, agama, dan negara,”

Oleh; A. Amir Haqiqi

Berbicara Tentang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) , menginjak usia yang akan menuju 66 tahun . Masih banyak hal yang mampu menjadi daya tarik keberlangsungan organisasi di kalangan pelajar. Lahan besar untuk membangun jaringan , berkreasi dan berinovasi , juga membentuk kepribadian luhur pemuda mencari jati diri.

Sebagai organisasi kaderisasi IPNU berusaha mengambil salah satu instrumen dalam mengawal keberlangsunganya estafet peran generasinya terhadap bangsa, agama, dan negara. Jika di tarik dari benang historis, semasa tahun 54 IPNU sudah menjukkan sumbangsi yang luar biasa, di kongres pertamanya (muktamar waktu itu) yang terbilang organisasi masa perintisan, dengan gagah berani menghadirkan Presiden Soekarno.

Mengkonsolidir bentuk ideal manusia manusia unggul. Unggul secara intelektual umum tanpa meninggalkan karakter religius kepesantrenan. Sebagai salah satu wilayah kerja, pimpinan cabang  Kabupaten Malang, tidak akan terelak dengan hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi IPNU, dari KH Tolchah Mansyur selaku ketua pertama tercatat pernah berdomisili di Malang. Kongres pertama pun Juga di Malang, dan anjuran yang wajib di yakini ada hal-hal secara historis mampu menjadi cambuk semangat untuk kader kader secara keseluruhan.

Peran kader kabupaten malang hari ini harus menjadi manivesto gerakan nyata menjawab tantangan perubahan jaman. Mengacu corak modernitas yang membebaskan, dan kebutuhan mengembakikan nilai pelajar yang memudar, cara pandang organisasi bisa saja menjadi 2 simpul mata pisau, aturan yang dimiliki sangat mungkin menjadi karakter keterpelajaran, namun tidak menutup kemungkinan akan mengekang pola ketertarikan para pelajar, mahasiswa, dan santri untuk bergabung dalam wadah ukhuwah ini.

Yang patut di sadari adalah barometer kader, kebermanfaatan dan menempati posisi-posisi strategis setelah alumni menjadi hal yang nyata, juga penerapan sistem kaderisasi saat merekrut anggota jadi hal yg konsisten dan terarah. Banyak di temukan kegiatan-kegiatan IPNU masih terpatron pada ranah-ranah seremonial. Kader kader hanya di latih memberikan sambutan-sambutan, jadi gaya pejabat yang dikit -dikit berikan ucapan. Ada hal mendasar yang mungkin bisa di tanyakan, apakah hanya itu yang di lakukan IPNU ? Ataukah pekerjaan rumah kaderisasi sudah selesai ? Tantangan menfilter informasi dan pola-pola pengembangan IPNU yang haus akan pengetahunan sudah selesai ?  Wallahu ‘alam.

Diatrikan sederhana bahwa IPNU bersifat dinamis. Selalu ada dinamika pembelajaran yang mendewasakan, dan yakinlah semua proses adalah kesempatan berharga untuk membangun karya, membentuk mainset yang akan sangat berguna untuk masa depan, cukup modal optimisme dan partisipatif responsif, dan setelahnya di daerah yang berbeda, peran berbeda, menjadi hal mutlak untuk mengimplementasikan konsep  إِنْتِفَاعُ لِلنَّاسْ  dalam arti manusia sesungguhnya.

Selamat belajar berjuang bertaqwa !

(IPNU-IPPNU Kab. Malang)

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy