28.9 C
Indonesia
19 November 2019

Gairah Suci Manusia

Gairah Suci Manusia 28
Para sosiolog barat dan filsuf menganggap bahwa semakin rasional suatu masyarakat maka secara perlahan akan membunuh gairah suci keagamaan, karena polar pikir keagamaan yang cenderung dogmatis akan ditinggalkan dan menuju pada suatu pola pikir baru yang lebih rasional dan empiris.
Para kaum agamawan pun tak kehilangan kesempatan untuk ikut mewarnai pergolakan pola pikir ini, yang sebelumnya dalil agama disampaikan kepada masyarakat tanpa adanya pertanyaan-pertanyaan mengenai rasionalitas dalil, karena masyarakat selalu sami’na wa ato’na kepada kaum agamawan. akan tetapi berkembangnya pola pikir masyarakat menuju pola pikir rasionalitas akhirnya membuat para agamawan berusaha menjelaskan bahwa dalil-dalil agama pun sebernarnya rasional, semua bisa dibuktikan secara empirik, semisal dari Isra’ Mi’raj nabi yang awalnya dianggap mitosdan mustahil karena ketidakmungkinan untuk berpindah tempat dalam waktu yang sekejab, akan tetapi perlahan peristiwa isra’ mi’raj nabi ini menjadi kajian menarik dan sumber inspirasi para sarjana untuk terus berkarya dan berinovasi mencari jawabanya.
Pola pikir masyarakat yang terus berkembang dari masa kemasa merupakan sunnatullah atau garis kehidupan yang tidak mungkin bisa ditolak oleh manusia ataupun masyarakat. Para sarjana telah mengemukakan banyak teori mengenai hal ini, dimulai dari pola pikir masyarakat primitif, kemudian masyarakat petani kemudian masyarakat industri sampai kepada masyarakat modern dan sampai juga  menjadi masyarakat masadepan. Hal demikianlah yang menujukan bahwa kebenaran rasionalitas itu akan terbantahkan, sesuatu yang dianggap benar dan rasionalitas dimasa sekarang belum tentu dianggap benar dimasa mendatang, sesuatu yang sekarang dianggap mitos bisa jadi dimasa mendatang menjadi suatu kebenaran karena pola pikir manusia yang berkembang tersebut telah mampu menjelaskan secara rasional fenomena mitos tersebut.
Akan tetapi dari perubahan pola pikir manusia yang terus berkembang ini, ada sesuatu hal yang tidak bisa hilang dan berubah dari perubahan pola pikir ini yaitu gairah suci manusia. Gairah suci manusia adalah gairah untuk kembali kepada asal mula kejadian manusia terebut, gairah suci manusia ini bisa dikatakan adalah gairah keagamaan atau gairah ketuhanan.
Setiap manusia pasti memiliki gairah suci ini, karena gairah suci ini merupakan gairah tuhan yang ditiupkan kedalam diri manusia, atau dengan kata lain gairah suci manusia itu berasal dari gairah tuhan (ruh ilahiyah), oleh karenanya betapun jauhnya manusia berjalan, betapa lamanya manusia lupa akan gairah suci ini, pasti akan ada titik dimana gairah suci ini tumbuh menggebu-ngebu dalam sanubari manusia.
Tumbuhnya gairah suci inilah yang pada fenomena kontenporer dinamakan dengan Hijrah. Hijrah adalah suatu momen dimana gairah suci ini tumbuh dari sanubari manusia untuk kembali kepada suatu wujud yang suci dimana tempat kedamaian itu berada.
Oleh karenanya gairah suci ini akan selalu ada dan tumbuh dalam sanubari manusia yang akan menjadi akar dari sebuah rasionalitas, sehingga bagaimanapun perubahan pola pikir masyarakat yang terjadi akan tetap menciptakan suatu keseimbangan, baik keseimbangan alam maupun keseimbangan intelegensi.
Dari keseimbangan alam dan intelegensi inilah akan tercipta suatu peradaban yang maju. Peradaban mau tidak akan pernah lepas dari keseimbangan antara rasionalitas dan gairah suci ini walaupun peradaban yang dianggap maju saat ini adalah peradaban yang menihilkan gairah suci dan sangat mengedepankan rasionalitas.
Oleh
Ahmad Khalwani
(Mahasiswa Pascasarjana Sejarah Peradaban Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy