28 C
Indonesia
20 Mei 2019
Esai

Hukuman Bagi Pemecah Belah Bangsa Menurut Rasullah

Meski bukan negara Islam, seluruh organisasi kemasayarakatan (ORMAS) layaknya NU, Muhammadiyah, Serikat Islam bersepakat bahwa Indonesia tidak perlu diubah menjadi negara Islam. Bahkan mereka menolak berdirinya sisitem Khilafah di Nusantara.

Komitmen ini didasarkan pada suatu iktikad kebangsaan yang telah lama dibangun oleh founding father pendiri bangsa ini. Alih-alih, sistem negara kesatuan republik ini tidak satupun bertentangan dengan asas agama-agama yang dianut oleh warga negara kita.

Kita dapat menyebutkan bahwa konsep masyarakat, musyawarah, wilayah dan bahkan kursi (kekuasaan) adalah bagian dari sistem ketata-negaraan Indonesia yang merujuk pada konsep-konsep dan istilah agama itu sendiri. Realitas ini semakin menguatkan bahwa sistem dan asas-asas negara ini telah bersinergi dengan ajaran agama itu sendiri.

Oleh karenanya, membela keberlangsungan tata negara dan sistem kebangsaan ini, oleh KH. Hasyim Asyari diserukan sebagai jihad. Itu artinya, kewajiban jihad sebagaimana dituliskan dalam kitab-kitab klasik telah tertunaikan selama kita dapat memperjuangkan tegaknya kesatuan republik Indonesia ini.

Namun demikian, akhir-akhir ini ada sekelompok kalangan (yang mengaku atas nama agama) selalu menggelorakan jihad yang melawan sistem negara. Sebut saja misalkan Persatuan  Alumni (PA) 212 yang bertubi-tubi melakukan aksi demontrasi (oleh banyak pemerhati) telah dipaparkan sebagai pemberontak negara.

Berkaitan dengan ini, penulis merasa penting untuk kembali mengetengahkan  suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang keharusan menjaga kesatuan dan keutuhan suatu bangsa serta wajibnya membunuh para pemberontak yang berusaha memecah belah bangsa.

Dalam Shahih Muslim, كتاب الإمارة , bab باب حكم من فرق أمر المسلمين وهو مجتمع oleh Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi dituliskan

وحدثني عثمان بن أبي شيبة حدثنا يونس بن أبي يعفور عن أبيه عن عرفجة قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من أتاكم وأمركم جميع على رجل واحد يريد أن يشق عصاكم أو يفرق جماعتكم فاقتلوه

“Siapa yang mendatangi kalian dalam keadaan kalian telah berkumpul/ bersatu dalam satu kepemimpinan, kemudian dia ingin memecahkan persatuan kalian atau ingin memecah belah jamaah kalian, maka perangilah/bunuhlah orang tersebut.”

Hadis Riwayat Muslim, nomor hadis 1852

Berdasarkan hadis ini, meka menjadi jelas bahwa segerombolan orang yang akhir akhir ini kerap kali melakukan aksi demontrasi, (yang mungkin juga people power) yang melawan hasil kesepakatan mufakat kebijakan bangsa ini, entah yang berurusan dengan kebijakan sistem kenegaraan, atau bahkan hingga isu sara dan agama.

Maka, selanjutnya saya pasrahkan kepada para pembaca, harus dibagaimanakan para pemberontak negara ini?

Related posts

Sholat Dan Asyiknya Ajaran Islam

admin

Seutas Tentang Shalawat Asyghil

PENA SANTRI

Strategi Gusdur dalam Memperkuat Bangsa

admin

“Pelacur Kedaulatan”

PENA SANTRI

Prof. Amin Abdullah: Kebangkitan Konservatisme Islam, dari Spiritualisasi Islam ke Politisasi Islam

admin

“KAFIR”, “BID’AH” FIKIH KEWARGANEGARAAN, DAN KETERBATASAN AGENDA FIQH ISLAM MODERAT SEBERAPAPUN TAMPAK PROGRESIFNYA

admin

Leave a Comment