3 Desember 2020

Iktikad Baik GUSDURian Bangkalan.

Penasantri.id, Bangkalan_15 September adalah Hari Demokrasi Internasional. Seluruh elemen di penjuru dunia merayakannya dengan penuh rasa cinta terhadap negaranya sebagai wadah kelangsungan konsep demokrasi. Dari yang muda, tua, laki-laki dan kaum hawa menyambut baik kedatangan Hari 15 September ini.

Secara nasional, Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia memiliki cara-cara tersendiri yang cukup unik, berkesan dan tentu edukatif dalam merayakannya. Salah satu ciri khas rakyat Indonesia dalam perayaan Hari Demokrasi Internasional adalah membentuk lingkaran seadanya sembari berdiskusi tentang demokrasi, yang lumrahnya dimulai oleh seorang pemantik/pemateri diskusi.

Salah satunya adalah GUSDURian Bangkalan. 15 September adalah hari yang berharga bagi pengagum, pengikut dan para santri Gus Dur khususnya yang berada di ujung barat pulau Madura ini. GUSDURian Bangkalan merefleksikan Hari Demokrasi Internasional dengan kongkow bareng (lesehan) antar anggota GUSDURian, sembari membahas seputar Gus Dur dan Demokrasi di alun-alun Kota Bangkalan (15/09/18). Lebih spesifiknya, bagaimana demokrasi dimata Gus Dur.

“Disamping memberikan kesempatan untuk meninjau kembali kondisi demokrasi Indonesia, Hari Demokrasi Internasional ini juga menjadi momentum bagi GUSDURian untuk menyebarluaskan dan menggali kembali gagasan Gus Dur tentang demokrasi”, ungkap Moh. Rasyid selaku Koordinator GUSDURian Bangkalan.

Peringatan 15 September yang dihadiri oleh anggota GUSDURian Bangkalan ini berjalan lancar dan khidmat meski konsepnya cukup sederhana sekali.

Karena Gus Dur mengajarkan kesederhanaan, dan itulah yang termaktub dalam 9 nilai utama Gus Dur. “Bahwa dibalik segudang kesederhanaan ini, terdapat iktikad baik untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa ini sesuai dengan apa-apa yang telah Gus Dur teladankan”, sambung Moh. Rasyid penuh harap.

GUSDURian Bangkalan sepakat, menjelang Pilpres 2019, bangsa ini harus mengedepankan nilai-nilai perdamaian dalam berdemokrasi, tanpa sentimen SARA sebagai pembenarnya.

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy