Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Ini Hukum Nge-Charger HP di Masjid

Ini Hukum Nge-Charge HP di Masjid
Listen to this article

ZAMAN sekarang ini, keberadaan Handphone sudah menjadi keperluan pokok kebanyakan masyarakat. Dalam kesehariannya, masyarakat selalu tidak lupa untuk membawa alat komunikasi ini, begitu pula ketika singgah di masjid untuk sholat ataupun i’tikaf. Kemudian, ketika daya baterainya habis mereka akan mencharger HP di masjid tersebut. lantas, bagaimanakah hukum Charger HP di Masjid?

Stop kontak atau colokan daya listrik yang tersedia di masjid merupakan fasilitas yang dimiliki oleh masjid, sama halnya seperti minyak yang di gunakan untuk penerangan masjid zaman dahulu yang merupakan bagian dari masjid dan tidak boleh di ambil sedikitpun. Hal ini sebagaimana dalam kitab I’anatut Thalibin juz 3 halaman 216 berikut :

ويحرم أخذ شىء من زيته وشمعه اى للمسجد اى المختص به بأن يكون موقوفا عليه أومملوكا له بهبة أو شراء من ريع موقوف علي مصالحه واذا أخذ منه ذلك وجب رده

Artinya : Diharamkan mengambil minyak dan lilin masjid, yaitu yang disediakan khusus untuk masjid, baik karena barang tersebut diwakafkan atau dimiliki masjid sebagai hadiah atau hasil pembelian dari harta yang diwakafkan untuk kepentingan masjid. Dan jika seseorang mengambil sesuatu dari masjid, maka harus dikembalikan sebagaimana semula.

Meskipun begitu, Syaikh Dr. al-Fauzan memperbolehkan men-Charger HP di Masjid ketika takmir masjid tidak melarang melakukannya. Hal ini karena listrik yang digunakan untuk nge-charger hp sangat sedikit, dan itu tidak membebani masjid. Sebagaimana dalam fatwa beliau dalam Syabkah al-Amin al-Salafiyah berikut :

إذا كان القائمون على المسجد يمنعون من شحن الجوال فلا يجوز ، أما إذا كانوا ما يمنعون فلا مانع ذلك فهو شيء يسير ما يكلف شيء ، لكن إذا كانوا يمنعون فلا تشحنه من المسجد

Artinya : Jika takmir masjid melarang untuk mengisi daya ponsel, maka tidak boleh men-Charger HP di Masjid. Namun jika mereka tidak melarang, maka tidak masalah untuk melakukannya. Karena ini hanya sebentar, tidak sampai membebani masjid. Dan jika mereka (takmir) melarang, maka tidak boleh nge-charger HP di masjid.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa bagian dari masjid itu tidak boleh di ambil sedikitpun, termasuk juga listrik yang ada di masjid sehingga tidak boleh untuk charger HP di masjid. Namun, menurut fatwa Syaikh Dr. al-Fauzan diperbolehkan bagi seseorang untuk men-charger hp di masjid ketika takmir masjid tidak melarang melakukannya. Hal ini karena listrik yang digunakan untuk charger hp sangat sedikit, dan itu tidak membebani masjid.

Sebaiknya bagi jamaah masjid untuk bersikap hati-hati dengan tidak mengisi daya ponsel di masjid kecuali dalam kondisi terdesak.

Zainal Abidin
Mahasantri Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah Liqismail Fiqh Wa Ushulih