25.4 C
Indonesia
25 Agustus 2019
Islam Delhi dan Simbol Kekuatannya 1

Islam Delhi dan Simbol Kekuatannya

Sekelompok turis mencoba mengabadikan diri di dekat Qutub Minar dengan bantuan sebuah tongkat selfie. Setelah menyesuaikan posisi, mereka mendapatkan potret menarik yang mereka inginkan, yaitu foto Delhi yang klasik.

Qutub Minar adalah menara tertinggi di India. Awalnya sebuah Monumen Islam kuno, ditulis dengan hiasan kaligrafi Arab. Qutub Minar merupakan menara batu bata tertinggi di dunia yang mempunyai ketinggian 72,5 meter.

Islam Delhi dan Simbol Kekuatannya 10

Qutub Minar muncul di hampir semua hal yang berkaitan dengan Delhi. Seperti di perangko, buku panduan, lagu Bollywood dan penggambaran cakrawala kota. Ini adalah salah satu monumen yang mendapatkan rekor footfall wisata tertinggi di India.

Namun, baik situs Qutub maupun Mehrauli di sekitarnya, dengan akumulasi sejarah pemukiman yang berasal dari abad ke-11, sepenuhnya dipahami oleh penduduk setempat atau wisatawan. Artinya di Mehrauli, situs peninggalan sering terbengkalai.

Di sisi lain, situs Qutub dipelihara dengan sempurna. “The Qutub Minar, dengan masjid Quwwatul Islam yang berdiri di sampingnya dan sebuah benteng baru di utara masjid membentuk “inti” pengulangan pertama Delhi sebagai kota kekaisaran,” tulis sejarawan M Athar Ali.

Menurut Ali, situs ini adalah asli India Kunoatau Dilli-i-Kuhna, namanya pada abad ke-14. Para sultan, dalam 300 tahun masa pemerintahan mereka di Delhi, membangun lima kota, sisa-sisanya ada sampai hari ini.

Qutubuddin Aibak, pendiri Kesultanan Delhi, mulai membangun Minar sekitar tahun 1192 M, namun penggantinya, Iltutmish, yang menyelesaikan proyek tersebut. Aibak adalah jenderal terpercaya sultan Turki Muhammad Ghuri, yang merebut Delhi dari Prithviraj Chauhan.

Selama dua abad pertama Kesultanan, daerah yang sekarang disebut Lal Kot di Mehrauli adalah pusat pemerintahan sultan. Mereka mulai membangun kota mereka di sekitar Qila Rai Pithora, benteng Prithviraj Chauhan, mengambil alih dan memperluas struktur yang lebih tua.

Minar dibangun dekat dengan situs Lal Kot. Namanya berasal dari Qutubuddin Bakhtiyar Kaki, seorang mistik sufi yang tinggal pada masa Iltutmish. Sufi yang dikhususkan untuk Bakhtiyar Kaki percaya bahwa dia adalah Qutb atau poros di mana dunia berputar dan Minar adalah pelengkapnya. Oleh karenanya disebut “The Qutub Minar atau Qutub sahib ki lath”, meskipun legenda lisan ini hanya tercatat di abad ke-18.

Masjid Quwwatul Islam di dekat Minar adalah masjid pertama di Delhi atau masjid Jumat. Dibangun dengan menggunakan bahan dari 27 kuil lokal yang dihancurkan oleh Aibak. Selama bertahun-tahun, interpretasi situs tersebut telah berhenti di masjid sebagai ikon kekuatan dan otoritas Islam.

Catherine B Asher, yang mengajar di University of Minnesota, telah banyak menulis beberapa buku tentang seni dan arsitektur India sejak tahun 1200. Ia enempatkan masjid tersebut dalam konteks sejarah yang lebih besar.

“Masjid Quwwatul Islam dibangun oleh penguasa Muslim pertama menggunakan bahan spolia (bahan bekas) untuk membangun masjid pertama,” kata Asher. “Perhatikan bahwa masjid Aibak menggunakan bahan yang lebih tua, tapi kemudian penambahan oleh Sultan kemudian, Iltutmish dan Ala al-Din Khalji, tidak menggunakan bahan yang lebih tua lagi.”

Bagaimana pilar-pilar yang dipilih untuk ruang shalat juga penting. Sultan tidak membawa tukang batu apapun. Karena, ketika tukang batu Hindu setempat diminta untuk mengukir teks Arab dari Al-Quran, mereka menghiasi masjid dengan pola bunga, yang biasanya ditemukan di kuil.

Dalam esainya, Qutub dan Modern Memory, Sunil Kumar, yang mengajar sejarah abad pertengahan di Universitas Delhi, menunjukkan bagaimana sejarawan memainkan peran yang mengabadikan satu interpretasi. Pada abad ke-13, ada arak-arakan Delhi atau Qubbatul-Islam, yang berarti Kubah Islam.

Kemudian, pada awal abad ke 19 disebut Quwwatul-Islam, istilah yang lebih tajam yang berarti Strength of Islam atau simbol kekuatan Islam.

“Hari ini, nama (Quwwatul Islam) diabadikan dan makna Qutub sebagai simbol penaklukan Muslim, dianggap benar.” kata Asher, dilansir Hindustan Times pada Rabu, (23/1/2018). (Vina)

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy