23 Juni 2021
Islam Nusantara Movement; Jurnal Islam Nusantara untuk Dunia

Islam Nusantara Movement; Jurnal Islam Nusantara untuk Dunia

Jakarta – Pada hari Kamis (15/05) Universitas Nahdlatul Ualama Indonesia (UNUSIA) selenggarakan Bedah Jurnal Islam Nusantara. Acara ini mereka sajikan dengan dengan Diskusi Publik Moderasi Beragama. Dalam acara kali ini UNUSIA mengangkat tema Exploring Realities and Aspirations of Muslim.

Hadir dalam even ini sejumlah pembahas dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah yakni Prof Hisanori Kato (Chuo University, Tokyo), Prof James B. Hoeterey (Emory University, USA). Dari dalam negeri ada Prof. Dr. Euis Nurlaelawati, MA (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Hadir juga Prof. Muhammad Adlin Sila, Ph.D (Kapuslitbang BALAK, Kementerian Agama RI). Sementara dari pihak kampus, hadir dalam forum ini Dr. Ahmad Suaedy, MA. Hum (Dekan Fakultas Islam Nusantara) dan Deny Hamdani Ph.D. Bertindak sebagai moderator adalah Idris Masudi, LC yang juga redaktur jurnal Islam Nusantara).

Menurut Prof. Hisarono Kato, Ph.D. dunia harus tahu bahwa Indonesia sebagai masyarakat muslim terbanyak di dunia. Selama ini telah mampu merajut kerukunan di tengah kemajemukan masyarakatnya yang beranika ragam. Realitas yang demikian ini sebagai prestasi tersendiri bagi masyarakat Nusantara mampu memerangi radikalisme. Menurutnya, hadirnya Jurnal ini memiliki peran dan sumbangsih besar terhadap panggung akademik di dunia.

Menurutnya, Jurnal ini memiliki peran penting terhadap dunia sosaial keagamaan maupun dunia akademik. Baik di dalam Negeri maupun di Luar negeri Islam Nusantara telah berhasil membuktikan keberhasilannya. Islam nusantara adalah salah satu cara pandang masyarakat muslim di Indonesia dalam menyikapi realitas sosial di lingkungannya masing-masing.

Islam Nusantara Sebagai Cara Pandang yang Mengutamakan Perdamaian

“Kalau saya boleh mengatakan, hadirnya kajian akademik ini dapat mengexplor pengetahuan keagamaan masyarakat Nusantara untuk dunia. Exploring the reality and Aspiration of Muslim: The Divisions of the Umat in Indonesia, tutur Prof. Kato.

Secara garis besar, pihaknya mencatat beberapa peran penting Jurnal Islam Nusantara.  Pertama, To Examinat Socio Cultura aspect of Islam, untuk memperkenalkan aspek sosial budaya Islam. Aspek ini selama ini cenderung terlupakan, pandangan masyarakat umum terhadap agama, termasuk juga Islam selalu terbatas pada prihal ibadah dan ritual.

Kedua, To Academic decedency Indonesia. Jurnal Islam Nusantara akan terus mengukur dan mengevaluasi perkembangan Islam di Nusantara secara akademik.

Ketiga, Socio Historical Devolopment. Peran dan fungsi sejarah yang dikembangkan oleh Jurnal ini adalah menelaah sejarah Islam di Nusantara sebagai bahan telaah terhadap perkembangan Islam sejauh ini.

“Perkembangan peradaban manusia dipengaruhi oleh sejarah dan pemikiran. Khazanah keberagamaan masyarakat muslim di Nusantara perlu untuk terus dihadirkan khazanah akademis dunia untuk memperlihatkan makna gerakan agama di Indonesia sejauh ini,” pungkas Prof Kato.

Kajian Ilmiah Islam Moderat Serius Hadapi Ancaman Radikalisme

Menurut Prof James B Hoesterey perkembangan Jurnal di Indonesia semakin lama semakin membaik. Bahkan Jurnal ini memiliki potensi dan sumbangsih yang istimewa terhadap perkembangan peradaban dunia. “Saya melihat ada suatu hal yang istimewa dalam jurnal Ini. Jurnal ini cukup unik dan memiliki daya tawar yang tinggi ke depan”, tegas Prof James.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar jurnal ini mampu mempublish dan menampung artikel-artikel luar negeri. “Apalagi kalau mampu menampung pemikir-pemikir dari luar akan semakin memperkaya khazanah Islam Nusantara yang dikembangkan oleh kawan-kawan ini, sambungnya.

Jurnal ini sangat cocok untuk menjadi basis pengembangan khazanah socio logical masyarakat muslim di Indonesia selama ini. Pihaknya menaruh harapan besar agar jurnal ini tidak hanya berkutat dalam bidang sejarah dan sosiological kaltul saja, tapi juga memperkaya pendekatan dari berbagai perspektif.

Prof James juga menyampaikan bahwa Islam Nusantara sendiri sangat tepat untuk merespons tren Islamisme yang belakangan ini sangat marak di berbagai negara. “Memang ada bahayanya Islam radikal terhadap pola keislaman yang moderat,.

Nusantara sejauh ini mampu memberi percontohan terhadap dunia sebagai masyarakat yang rukun dan moderat. “Bahkan beberapa ulama Nusantara, telah beberapa kali menghadiri kegiatan di luar negeri untuk menunjukkan pola keislaman masyarakat Nusantara selama ini,” sambungnya.

Menurutnya, hadirnya jurnal ini akan memberi sumbangsih yang menarik terhadap dunia, gagasan Islam Nusantara bisa didiskusikan dan dimatangkan melalui Jurnal ini. Dalam diskursus moderasi beragama, Islam Nusantara telah mampu menghadirkan pola keberislaman yang moderat sebagai antitesa terhadap streotif Islam yang keras.

“Moderasi beragama tidak harus dilihat dari perspektif barat, dengan cara-cara yang liberal. Akan tapi dengan cara khas yang dimiliki Islam Nusantara itu sendiri selama ini,” lanjutnya

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy