Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Kenapa Alquran Larang Gauli Istri Saat Haid? Ini Keterangan Medisnya

Kenapa Alquran Larang Gauli Istri Saat Haid? Ini Keterangan Medisnya
Listen to this article

Setiap bulan wanita (istri) akan mengalami masa mensturasi sebagai tanda masa produktif pada wanita. Pada masa ini suami tidak bolah mendatanginya (menggauli berhubungan suami istri) dan syariat mengharamkannya.

Abdul Mun’im Qindil mengatakan, di antara anugrah Alquraa adalah perintah untuk menjauhi istri yang sedang haid, ini merupakan perintah Ilahi yang mengandung hikmah yang sangat tinggi dan rahasia mengagumkan dibaliknya.

“Setiap kali membaca ayat-ayat yang memuat pengharaman sesuatu kepada manusia serta mengetahui penemuan para dokter modern tentang hikmah tersembunyi di balik pengharamannya, saya tertunduk khusuk di hadapan anugrah Alquran layaknya sedang berada di depan mihrab untuk mengerjakan salat,” kata Abdul Mun’im Qindil dalam bukunya ‘Berobatan dengan Alquran’

Ayat yang melarang suami menggauli istri yang sedang haid ada di surat Al-Baqarah ayat 222 yang artinya.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: dan itu adalah kotoran. Oleh karena itu hendaklah kalian menjauhi diri dari wanita saat haid dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Abdul Mun’im Qindil mengatakan, dalam ayat tersebut terkandung penghormatan dan penjagaan yang sama kepada laki-laki dan perempuan. Sebab turunnya ayat tersebut adalah bahwa di antara kebiasaan kaum jahiliyah adalah mengeluarkan istri-istri mereka yang sedang haid dari rumah dan tidak mau makan bersama mereka sebagaimana kebiasaan yang dilakukan orang Yahudi dan majusi.

Kemudian ada sebagian sahabat yang menanyakan hal itu kepada Rasulullah ketika ayat tersebut turun, kaum muslimin memahaminya secara tekstual berdasarkan akhir ayat, sehingga mereka mengeluarkan istri-istri mereka dari rumah. Orang-orang pun bertanya “Wahai Rasulullah cuaca saat ini sangat dingin sedangkan pakaian yang kami miliki hanya sedikit. Apabila pakaian tersebut diberikan kepada istri yang sedang haid, maka semua penghuni rumah akan celaka. Sebaliknya jika kami pakai untuk kami sendiri, maka mereka yang akan celaka.

Rasulullah bersabda kepada mereka: “Sesungguhnya aku hanya melarang kalian untuk menggauli istri istri kalian saat mereka sedang haid dan tidak menyuruh kalian untuk mengeluarkan mereka dari rumah kalian sebagaimana perbuatan orang luar Arab.” Berdasarkan waktu turunnya Alquran larangan tersebut sudah ada lebih dari 14 abad lalu.

Selanjutnya, ilmu kedokteran berhasil menyingkap bahwa menggauli wanita yang sedang haid akan menyebabkan radang vagina bagi wanita tersebut. Sebab selaput rahimnya sedang terbuka dan terluka bahkan dimungkinkan radang tersebut akan berpindah ke selaput perton.

“Selain itu perbuatan tersebut akan menyebabkan turunnya ginjal secara drastis dan akhirnya akan menyebabkan mandul karena terjadi infeksi pada saluran rahimnya,” katanga.

Para dokter juga menjelaskan perihal keadaan wanita yang sedang haid, bahwa pancaran hormon glukolinenya (hormon yang menumbuhkan daya seksual pada perempuan) akan berkurang. Aktivitasnya akan bertambah pada hari pertama suci sampai hari ke-14. Sementara itu hormon progesteron yakni (hormon yang mengendurkan daya seksual) akan bertambah.

“Langan dokter juga menyatakan bahwa pada hari-hari suci, vagina akan memancarkan asam yang sangat berguna untuk membersihkan vagina dari beragam kuman,” katanya.

Sebaliknya, pada masa haid, pancaran asam tersebut berubah menjadi pancaran alkaline yang akan menyebabkan radang pada vagina, sebab kuman-kuman tersebut memperoleh iklim yang tepat. Selain itu, bahaya yang akan timbul akibat hubungan badan pada masa haid adalah munculnya radang pada saluran air kencing, baik pada laki-laki maupun perempuan.

“Itulah beberapa hal yang telah diungkap oleh para dokter tentang hubungan seksual dengan wanita yang sedang haid,” katanya.

Penyaluran gairah seksual harus dilakukan ketika ada kesamaan gairah antara seorang istri dan suami. Sementara itu tidak diragukan lagi bahwa kondisi perempuan yang sedang haid tidak mungkin baginya untuk melakukan hubungan seksual, sebab pasti akan tercium bau yang tidak sedap dari kemaluannya sekalipun diberi minyak wangi atau benda-benda alam lainnya.

“Begitu pula kotoran yang terdapat pada vagina tentu akan menyajikan suaminya,” katanya.

Begitulah pelajaran dari Alquran yang mengarahkan kita, bagaimana cara mengendalikan gejolak syahwat meninggi kan nilai aktivitas seksual, menjaga kemaluan, serta menjaga kehormatan diri kita dan kehormatan orang lain. Alquran juga telah mengajari kita bagaimana menghindari perilaku banci sehingga dapat menjaga sifat-sifat kelelakian kita.