24 September 2020

Kiai-santri DIY Deklarasikan Pemilu Damai

Penasantri.id, Gunungkidul – Menjelang Pemilu tanggal 17 April, para Kiai dan Santri Nahdlatul Ulama (NU) DIY menggelar deklarasi pemilu damai. Selain doa bersama agar pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan ini berlangsung aman dan damai juga mengajak warga NU untuk tidak golput.

Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris mengatakan, acara bertajuk deklarasi kiai-santri DIY untuk Pemilu damai ini diinisiasi oleh para kiai yang tergabung dalam Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan asosiasi pondok pesantren NU. Menurutnya, deklarasi tersebut untuk menjaga kondusifitas saat pemilu.

“Beberapa waktu lalu kegiatan ini diinisiasi NU wilayah, dan kali ini diinisiasi para kiai yang tergabung dalam Rabithah Ma’ahid Islamiyah dengan tujuan memberikan ketenangan pada warga masyarakat, khususnya warga Nahdliyin,” ujarnya saat ditemui di Pondok pesantren terpadu Al-Mumtaz, Jalan Jogja-Wonosari, KM.25, Dusun Kerjan, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Minggu (7/4/2019).

Fahmi mengatakan sesuai dengan komitmen NU dan jajarannya yang menginginkan Pemilu berjalan aman dan damai. Karena itu, dalam deklarasi tersebut ia menekankan beberapa hal kepada warga Nahdliyin.

“Saya ingatkan ke masyarakat bahwa Pemilu kali ini krusial. Karena itu, satu tidak boleh golput, kedua mari jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing agar pemilu kali ini berjalan damai dan menggembirakan,” ucapnya.

“Kalau kita melewati pemilu dengan sukses, maka kita semakin berani mengklaim bahwa kita negara Islam yang paling demokratif di dunia, ini penting sebagai perwujudan Islam yang demokratif,” sambung Fahmi.

Selain itu, Fahmi menambahkan agar kegiatan serupa juga diikuti kiai dan tokoh-tokoh agama lain. Tak hanya itu, pemerintah juga diminta agar ikut berpartisipasi untuk menjaga kondusifitas baik sebelum, saat dan pasca pemilu.

“Saya harap juga para kiai dan tokoh-tokoh yang agama lain melakukan kegiatan serupa agar pesan-pesan perdamaian masif tersampaikan ke masyarakat. Karena waktu kita tinggal seminggu, kita juga harap pemerintah melalui seluruh perangkatnya seperti TNI dan Polri berpartisipasi menjaga ketentraman saat Pemilu,” katanya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menyebut telah menyiapkan 745 personel dari Polres Gunungkidul untuk mengamankan seluruh tahapan Pemilu di Kabupaten Gunungkidul.

“Kita juga dibackup oleh 301personil TNI, sehingga kekuatan kita bisa dimaksimalkan dalam mengamankan seluruh tahapan Pemilu di Gunungkidul,” katanya saat ditemui di Pondok pesantren terpadu Al-Mumtaz, Jalan Jogja-Wonosari, KM.25, Dusun Kerjan, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

Fuady menuturkan saat ini Polres Gunungkidul bersama Bawaslu dan Panwascam telah mengambil langkah untuk mencegah adanya politik uang jelang pemilu di Kabupaten Gunungkidul.

“Kita sama Bawaslu maupun Panwascam menggelar patroli rutin, terutama di masa tenang atau minggu tenang. Patroli itu untuk mencegah adanya upaya-upaya seperti serangan fajar dan sebagainya,” pungkasnya.

Sumber Detik

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy