28.9 C
Indonesia
17 Juni 2019
Politik

Lathoiful Istiqlal Bersama Panglima TNI Ajak 5.000 Jamaah Perkuat Semangat Persaudaraan dalam Kebangsaan


Penasantri.id. Jakarta-Dalam upaya merajut persatuan dan kesatuan ditengah kontestasi politik yang melunturkan  semangat nilai-nilai persaudaraan dalam kebangsaan. Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta mengajak 5.000 jamaah untuk menggelar silaturrahmi kebangsaan bersama tokoh – tokoh lintas agama agar bersatu mendoakan keutuhan dan keselamatan Negeri pada sabtu, (23/02/2019)

Ketua Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta, Meta Nurwidyanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema silaturrahmi kebangsaan dan doa bersama untuk negeri dipilih tidak lepas dari persoalan peliknya pesta demokrasi kali ini yang terasa berbeda dan cenderung mengikis nilai-nilai persaudaraan sesama anak bangsa. Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa narasi-narasi hoax bernada hujatan antar satu kubu dengan kubu lainnya telah cukup memberi percikan perpecahan dikalangan masyarakat. Kita harus mengenyampingkan segala perbedaan apapun karena kita memang lahir dan disatukan dari perbedaaan suku, ras, agama dan lainnya sehinga menjadi bangsa yang kuat seperti saat ini. Jadi jangan sampai usahausaha yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu kita agar bersatu, kemudian dilemahkan oleh perbedaan pandangan politik sesaat. Ujarnya.
Sementara itu, Penasehat Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta, Hary Djatmiko menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab Lathoiful Istiqlal dalam merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Ia menghimbau agar masyarakat tetap tenang, tetap memperhatikan etika berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi, tidak terpancing untuk saling menyalahkan, menghujat dan mencaci maki kepada mereka yang berbeda pilihan dalam pilpres. Menurutnya, memanasnya kontestasi politik harus disikapi dengan bijak, jangan sampai kita dimanfaatkan oleh mereka yang tidak mengingikan kita bersatu. Terlalu kecil ukuran sebuah pesta demokrasi yang sifatnya temporal bila harus mengorbankan nilai-nilai persaudaraan sesama anak bangsa. Tuturnya.
Silaturrahmi kebangsaan dan doa bersama untuk Negeri diselenggarakan di Hall D1 JIEXPO Kemayoran Jakarta. Dibuka oleh Ketua Yayasan Lathoiful Istiqlal Jakarta Meta Nurwidyanto pada jam 08.00 WIB. Turut hadir dalam memberi pengantar dan doa bersama tokoh-tokoh lintas agama yaitu Murdaya Poo  (Budha), KH Noer Muhammad Iskandar SQ (Islam), Romo Frans Magnis Suesono (Katolik), Herliana Viguda (Khonghucu) dan Nyoman Udayana Sandi (Hindu). Sementara tausiyah kebangsaan diisi oleh Gus Muwafiq dan Maulana Habib Salim bin Jindan. Acara ditutup pada jam 13.00 WIB 

Related posts

Santri NU Sumenep Tak Rela Benderanya Dicatut FPI

PENA SANTRI

Ulama Mesir Heran Ada Orang Indonesia Terpengaruh Gerakan Khilafah

PENA SANTRI

Menakar Politik GISS; Mobilisasi Massa untuk Ganti Presiden

admin

MUSLIM, PRIBUMI TAPI BUKAN WARGA NEGARA

PENA SANTRI

Kesalahan Islam Populis Mengartikan Hukum Agama

Ahmad Fairozi

Apakah Indonesia Thaghut?

admin

Leave a Comment