23.3 C
Indonesia
18 Juni 2019
Esai

Melawan Lupa: Hoax Pertama kali Terjadi di Bulan Sya’ban

Hoax pertamakali terjadi di jaman Nabi pada bulan Sya’ban tahun ke-5 Hijriyah. Tepatnya sesudah kejadian peperangan Bani Musthaliq, telah muncul “hadits ifk” (berita hoax) yang hampir saja mencabik-cabik persatuan antara golongan Muhajirin dan golongan Anshar.

Salah seorang golongan Muhajirin menendang salah seorang golongan Anshar, hingga terjadi adu mulut di antara mereka. Tak terima dengan perlakuan seorang golongan Muhajirin, lelaki dari golongan Anshar itu mengata-katainya dengan ujaran yang menyakitkan hati, yaitu umpatan jahiliyah!.

Pihak Muhajirin tak terima disebut “jahiliyah” dan pihak Anshar tak terima ditendang dan disakiti, membuat mereka akhirnya sama-sama mengadu kepada Rasulullah. Setelah diusut ternyata konflik antarasahabat Nabi dari golongan Muhajirin dan Anshar itu dipicu perbuatan adu domba yang dilakukan oleh sekelompok munafiq yang dipunggawai Abdullah b. Ubay b. Salul.

Abdullah b. Ubay bersama kawan-kawannya sengaja membuat onar sebab iri dan dengki dengan kekompakan dan persatuan sahabat Nabi dalam Perang Bani Musthaliq yang terjadi pada bulan Sya’ban tahun 5 H.

Perang ini dipicu provokasi kepala Suku Bani Musthaliq, bernama al-Harits b. Abi Dhirar yang mengajak suku-suku Arab agar melawan Nabi Muhammad Saw. Untuk memastikan informasi provokasi al-Harits b. Abi Dhirar, Rasulullah mengutus Buraidah b. al-Hasib sebegai intelegen untuk menggali berita rencana kudeta Bani Musthaliq.

Dalam penyamarannya Buraidah b. al-Hasib bertemu langsung al-Harits b. Abi Dhirar dan terbukti ada rencana penyerangan Bani Musthaliq ke kota Madinah. Setelah mendengarkan informasi Buraidah, Rasulullah memutuskan mendahului penyerangan terhadap Bani Musthaliq.

Pada hari kedua bulan Sya’ban, Rasulullah bersama pasukannya tiba di kawasan al-Muraisi’, tempat sumber mata air di sebelah Qadid, dekat Mekkah.

Serangan Rasulullah terhadap Bani Musthaliq didukung penuh kekuatan seluruh lapisan masyarakat Madinah. Abu Bakar memegang bendera golongan Muhajirin sedangkan Sa’ad b. Ubadah memegang bendera golongan Anshar. Selain golongan Muhajirin dan Anshar ikut serta pula dalam serangan itu golongan Yahudi dan Nasrani serta kelompok munafiq.

Bani Musthaliq kocar-kacir tak kuasa menahan serangan pasukan Rasulullah. 10 orang`Bani Musthaliq mati terbunuh; diantaranya Musaffi’ suami Juwairiyah binti al-Harits. Sementara 700 orang lainnya menjadi tawanan perang. Umat Islam berhasil memenangi peperangan melawan Bani Musthaliq pada bulan Sya’ban 5 H.

Kegemilangan yang diraih umat Islam ini membuat iri orang-orang munafiq. Mereka tidak saja mengadu-domba antara golongan Muhajirin dengan Anshar, tetapi juga menyebar berita hoax seputar kehidupan keluarga Rasulullah.

Di satu pihak, Abdullah b. Ubay menyebar berita hoax kepada Rasulullah dan para sahabat tentang perselingkuhan Aisyah bt. Abu Bakr dengan Shafwan b. Mu’attal as-Sulami. Sementara di pihak lain, Abdullah b. Ubay meniupkan kabar panas kepada Aisyah tentang “kegenitan” Juwairiyah bt. Al-Harits yang meminta dirinya dinikahi Rasulullah.

Hampir-hampir akibat berita hoax yang disebarkan Abdullah b. Ubay, Rasulullah menceraikan istri yang beliau panggil dengan sebutan “humaira” (perempuan berpipi merah) itu.

Begitupun Aisyah hampir minta diceraikan karena terbawa rasa cemburu terhadap Juwairiyyah yang baru dinikahi Nabi. Berita hoax Abdullah b. Ubay hampir menutup logika Aisyah sehingga kurang memahami misi mengislamkan penduduk Bani Musthaliq, di balik pernikahan Rasulullah dengan Juwairiyah yang sudah menjanda.

Untung saja, Allah Swt. menurunkan surat an-Nur ayat 11-20 untuk mengembalikan reputasi dan dedikasi Aisyah di hadapan seluruh umat Islam, termasuk juga posisinya sebagai istri terdekat Rasulullah Saw. Hoax yang disebarluaskan Abdullah b. Ubay akhirnya gagal total.

Oleh M. Ishom el-Saha

Related posts

Al-Qur’an dan Arti Membaca di Era Digital

Khalilullah

“Pelacur Kedaulatan”

PENA SANTRI

Degradasi Makna Jihad

PENA SANTRI

Sudahkan Ramadlanmu Menghasilkan Taqwa?

khalwani ahmad

Resolusi Jihad NU dan Perang Empat Hari di Surabaya

PENA SANTRI

Rahasia Wali Qutub dan Gagal Paham Khilafah/Imamah

KH. Dr. M. Ishom el Saha, M.Ag.

Leave a Comment