27.1 C
Indonesia
23 September 2019
Meletakkan Tangan di Dada Saat Ruqiyah 1

Meletakkan Tangan di Dada Saat Ruqiyah

Al-Qur’an adalah obat. Manfaat Al-Qur’an selain sebagai petunjuk manusia juga dapat untuk mengobati penyakit. Allah SWT berfirman: “dan kami menurunkan dari al-Qur’an, sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang beriman (QS. Al-Isra: 82).

Manfaat Al-Qur’an sebagai obat telah dipraktikkan langsung oleh Rasulullah. Dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah disebutkan: “Rasulullah masuk ke rumah Aisyah, di situ terdapat perempuan yang sakit dan minta diruqiyah. Lalu Rasulullah berkata: Bacakan untuknya ayat-ayat Al-Qur’an.” (H.R. Ibnu Hibban).

Aisyah juga menjelaskan: “Ketika Rasulullah mengeluhkan sesuatu pada dirinya, beliau membaca ta’awwudh (A’uzdu Billah). Pada saat badannya bertambah panas, maka aku bacakan ayat Al-Qur’an dan mengusapkan dengan tangan beliau ke badannya, untuk mendapatkan keberkahannya.” (HR. Bukhari Muslim).

Ruqyah telah dipraktikkan sepanjang sejarah sebagai metode pengobatan Nabi. Dalam ruqyah dapat dilakukan dengan cara: (1) membacakan Al-Qur’an di hadapan orang yang sakit, (2) meniupkan bacaan Al-Quran ke wadah air yang telah disiapkan untuk diminum orang yang sakit, (3) membaca Al-Qur’an dengan menyentuh bagian tubuh yang merasa sakit.

Ruqyah dengan cara menyentuh bagian badan yang sakit juga dipraktikkan Rasulullah. Diriwayatkan oleh Utsman b. Ibn al-Ash, bahwa Rasulullah Saw berkata kepadanya:

ضع يدك على الذي يألم من جسدك وقل: باسم الله ثلاثاً، وقل سبع مرات: أعوذ بالله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر. (رواه مسلم).
Artinya: Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah “Basmalah” tiga kali, dan “ta’awwudh” tujuh kali. (HR. Muslim).

Sedangkan khusus ruqyah dengan cara meletakkan tangan ke dada, menurut Ibnu al-Qayyim al-Jauzi, dilakukan karena alasan tertentu.

Pertama, menyingkirkan keragu-raguan orang yang dipegang dadanya terhadap kebenaran Al-Qur’an.

Kedua, menguatkan apa yang ada dalam hatinya, berupa keimanannya, pengamalannya, dan ketaatan beragamanya.

Ketiga, menjauhkannya dari berbuat maksiat dan kemungkaran.

Keempat, mengosongkan hati dari sifat yang dapat merusak. Yakni dengan bertaubat dan meminta ampun.

Dengan demikian, seseorang yang dadanya dipegang oleh peruqyah berarti hatinya sedang sakit dan perlu penanganan ruqyah yang tak cukup sekali.

Lebih penting lagi, yang bersangkutan harus benar-benar mau bertaubat kepada Allah SWT.

Oleh M. Ishom el-Saha (Dosen Pasca Sarjana UNUSIA) Jakarta

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy