26.8 C
Indonesia
23 September 2019
Meninggalkan Sholat Karena Make Up dan Pesta Pernikahan 1

Meninggalkan Sholat Karena Make Up dan Pesta Pernikahan

Sudah umum diketahui bahwa pesta pernikahan di Indonesia biasanya berlangsung lama, belum lagi ditambah waktu untuk berhias, jelas akan membutuhkan waktu lebih lama lagi dari yang seharusnya sehingga tak jarang banyak yang menerjang waktu sholat, lantas apakah boleh meninggalkan sholat karena alasan tersebut…?.

Para ulama telah bersepakat bahwa setiap muslim yang mukalaf wajib melaksanakan sholat lima waktu dalam kondisi dan situasi apapun, sehingga menjadi jelas haram hukumnya meninggalkan sholat lima waktu karena ada pesta pernikahan. Para ulama telah bersepakat bahwa hal yang menyebabkan boleh meninggalkan sholat itu ada dua pertama lupa dan kedua tidur. Selain dari kedua hal tersebut dilarang meninggalkan sholat.

Lalu bagaiamana solusi agar tidak meninggalkan sholat sekaligus juga bisa menjaga make up…?

  1. Perlu diketahui bahwasanya walaupun seseorang itu telah berhias diri atau make up, tetep boleh melaksanakan sholat dengan catatan sebelum make up orang tersebut telah berwudhu dan belum batal wudhunya. Itu artinya apabila seseorang bisa menjaga wudhunya maka boleh melaksanakan banyak sholat dengan menggunakan satu wudhu.
  2. Ingat tayamum tidak bisa menjadi pilihan selama masih ada air dan tidak dalam keadaan yang membahayakan menggunakan air, maka tayamum tidak bisa menjadi penggati wudhu dengan sebab pernikahan.
  3. Mengatur jadwal pernikahan agar tidak menerjang waktu sholat, semisal acara pesta pernikahan dilaksanakan jam 8 dan berakhir jam 1, dan biasanya juga sebelum subuh telah mulai make up, maka sebelum make up berwudhulah dan ketika tiba waktu subuh melaksanakan sholat terlebih dahulu. 
  4. Namun apabila pesta pernikahanya lama dan baru selesai jam 4, maka cara yang bisa dilakukan adalah sholat dhuhur dengan wudhu sholat subuh dengan catatan wudhunya belum batal. Namun apabila telah batal bagaimana solusinya…?
  5. Maka ada sebagian pendapat ulama yang mengatakan boleh untuk menjama’ sholat dhuhur dengan sholat asyar. Walaupun diketahaui bahwa ulama telah bersepakat bahwa sebab yang boleh untuk menjama’ sholat adalah haji, sedangkan sebab-sebab selain haji masih diperselisihkan ulama.
  6. Walaupun sebagian besar ulama menyatakan pernikahan tidak menjadi sebab diperbolehkannya melakukan jama’ akan tetapi Imam Qoffal berpendapat boleh menjama’ sholat karena suatu hajat, yang hajat tersebut tidak menjadi suatu kebiasaan. 
  7. Pesta pernikahan itu merupakan hajat yang terjadi secara temporer atau insidentil dan tidak menjadi kebiasaan yang bersifat terus menerus dalam keseharian, maka dengan alasan ini pesta pernikahan bisa menjadi sebab untuk menjama’ sholat.
  8. Pesta pernikahan juga bisa menjadi sebab sholat bisa dilaksanakan tidak pada awal waktu, asal tidak menyebabkan sholat hadlirah (sholat pada waktunya) menjadi sholat fa`itah (sholat tidak pada waktunya). Artinya boleh melaksanakan sholat Dhuhur yang waktunya mendekati sholat Asyar, asalkan belum masuk waktu sholat Asyar.

Dengan demikian maka tidak diperkenan meninggalkan sholat karena alasan pernikahan atau make up. Selain itu juga akan lebih baik dan sangat dianjurkan untuk mengatur jadwal pernikahan agar tidak menerjang waktu sholat. Namun apabila tidak memungkinkan maka jama’ menjadi pilihan terakhir dengan catatan adanya jama’ sholat tidak tidak untuk menyepelekan sholat dan menggampakan sholat.

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy