25.5 C
Indonesia
25 Agustus 2019
Menyempurnakan Wudhu (1) 1

Menyempurnakan Wudhu (1)

Suatu ketika Nabi Muhammad saw melihat para sahabat berwudu saat itu pula beliau saw memerintahkan mereka dengan sabdanya, sempurnakanlah wudu kalian (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Isbâgh al-Wudhû’ (penyempurnaan wudu) merupakan anjuran Rasulullah saw yang mempunyai keutamaan tinggi. Mulai dari menghapus kesalahan hingga mengangkat derajat bagi orang yang menyempurnakaannya (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Bahkan anggota wudu mereka akan Nampak bercahaya kelak pada hari kiamat (HR. Muslim dari Nu’aim bin Abdullah al-Mujmir dari Abu Hurairah).

Cara menyempurnakan wudu adalah menjalankan semua sunah dan adab wudu. Sebab sebagaimana semua sunah menjadi pelengkap dan menyempurnakan kekurangan kewajiban dan fardhu yang dijalankan. Selain itu sunah ibadah yang digariskan oleh para fuqahâmadzhab ini juga menjadi langkah kehati-hatian mereka mengenai perbedaan pandangan dalam kewajiban dan fardhu yang ditentukan. Sederhananya menjalankan sunah merupakan implementasi dari kaidah fikih; al-Khurûj min al-Khilâf mustahabb (keluar dari perbedaan pandangan merupakan salah satu bentuk kesunahan).  Berikut sunah-sunah wudu:

  1. Membaca basmalah, ini berdasarkan HR. al-Nasa’i dari Anas bin Malik yang menceritakan saat sejumlah sahabat ingin berwudu namun tidak mendapatkan air yang dapat mencukupi mereka untuk bersuci. Lalu Nabi saw meminta sedikit air untuk dimasukkan tangan beliau yang mulia ke dalam wadah air. Kemudian beliau memerintahkan (تَوَضؤُوْا بِسمِ اللهِ) berwudulah kalian dengan mengucapkan basmalah. Anas menyaksikan sendiri air terpancar dari sela-sela jari tangan baginda Nabi saw hingga mencukupi wudu sekitar 70 sahabat.
  2. Mencuci telapak tangan sebelum memasukkannya ke dalam wadah air.
  3. Berkumur-kumur.
  4. Membersihkan lubang hidung dengan air.
  5. Mengusap seluruh kepala dengan air.

Keempat sunah di atas dilandaskan pada riwayat sahih dalam kitab al-Shahîhain (Shahîh al-Bukhârî hadis no. 183 dan Shahîh Muslim hadis no. 235), saat ditanya tentang wudu Nabi saw, sahabat Abdullah bin Zaid meminta air dalam bejana. Seketika itu ia mempraktekan wudu Nabi, dengan sedikit memiringkan bejana ia mencuci tangannya tiga kali disusul berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung dengan tiga cidukan. Lalu membasuh wajah tiga kali kemudian membasuh kedua tangan hingga dua siku dua kali. Dilanjutkan mengusap kepala serta kedua telinga bagian luar dan dalam sebanyak satu kali. Ditutup dengan membasuh dua kaki hingga dua mata kaki.

  1. Mengusap kedua telinga baik bagian luar maupun dalam. Berangkat dari hadis sahih no. 36 yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw mengusap kepala dan kedua telinga bagian luar dan dalam. Riwayat al-Nasa’i melengkapi bahwa telinga dalam diusap dengan kedua jari telunjuk. Sedangkan telinga luar diusap dengan kedua ibu jari. Sementara riwayat al-Hakim menerangkan Nabi saw mengusap kedua telingan dengan air baru, bukan air yang digunakan mengusap kepala.
  2. Membasuh sela-sela jenggot tebal dengan air. Sunah ini berasal dari riwayat Abu Dawud hadis no. 145 dari Anas bin Malik ra bercerita, saat Nabi saw berwudu mengambil air dengan cakupan tangan lalu diletakkan di bawah mulut untuk membasuh sela-sela jenggotBeginilah Tuhanku memerintahkanku”, sabda Nabi.
  3. Membasuh sela-sela jari-jari tangan dan kaki dengan air. Saat ditanya tentang wudu Laqith bin Shabrah, Rasulullah saw bersabda; “Sempurnakanlah wudu, basuh selah-sela jari, bersihkan lubang hidung secara maksimal kecuali saat kamu berpuasa” (HR. Abu Dawud no. 142 dan HR. al-Tirmidzi no. 38)
  4. Mendahulukan anggota wudu bagian kanan baru kemudian bagian kiri. Dalam Shahîh al-Bukhari diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra hadis no. 140, menjelaskan Nabi Muhammad saw mendahulukan anggota kanan mulai dari membasuh tangan, hingga membasuh kaki.
  5. Mengulang semua rangkaian wudu sebanyak tiga kali. Saat memperlihatkan cara wudu Rasulullah saw, Utsman bin Affan mengulang rangkaian wudu sebanyak tiga kali (HR. Muslim no. 230)
  6. Semua rangkaian wudu dilakukan secara berkelanjutan tanpa jeda sekiranya rangkaian wudu sebelumnya airnya belum kering. Ini didasarkan pada pemahaman secara umum dari hadis-hadis yang telah disebutkan di atas. []

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy