27.8 C
Indonesia
20 Mei 2019
Esai

Mufassir-Mufassir Perempuan

Oleh M Afifuddin Dimyathi

Dalam dunia pentafsiran al Quran, peranan muslimah tentu tidak bisa dikecilkan, karena faktanya, diantara mereka ada yang menjadi mata rantai keilmuan ini dalam Islam, dulu pada zaman Sahabat kita mengenal bunda Aisyah RA, salah seorang istri Rosulullah yang turut mengembangkan khazanah keilmuan keislaman dan menjadi salah satu rujukan tafsir oleh para sahabat dan tabiin.
Dan kita bersyukur, peranan muslimah sampai saat ini dalam mengembangkan keilmuan tafsir tetap nampak, setidaknya dari beberapa karya tafsir yang ditulis oleh para muslimah yang luar biasa ini, dan berikut ini, beberapa mufassirah (mufassir perempuan) yang dikenal dengan karya monumental mereka di bidang tafsir:

1- Sayyidah Nashrat al Amin:
Beliau adalah Mufassirah pertama yang menghasilkan karya lengkap 30 juz, ahli hadist, dan ahli feqih, salah satu ulama Syiah yang terkenal pada abad 14 H.
Lahir pada 1308 H dan wafat pada 1403 H.
Kitab Tafsirnya berjudul:

مخزن العرفان في تفسير القران

Berjumlah 15 jilid.
Ramainya pengajian tafsir di rumah beliau setiap Rabu, mengilhami beliau untuk menyusun tafsir yang sesuai dengan kebutuhan jamaahnya yang rata-rata berjumlah 500 an muslimah setiap pengajian,
tafsir ini bercorak tasawuf, ditulis dengan bahasa farsi, dengan menitik beratkan pada penggalian aspek akhlaq dan pendidikan dari ayat al Quran.

2- Zaynab Al-Ghazali: Beliau adalah seorang aktivis Mesir, dan anggota Ikhwanul Muslimin. Juga pendiri Asosiasi Wanita Muslim. Lahir tgl 2 Januari 1917 di Mesir, dan wafat tgl 3 Agustus 2005 di Mesir.
Kitab Tafsirnya berjudul:

نظرات في كتاب الله

Tafsir ini bercorak sosial dan berusaha menggabungkan makna ayat dengan hadist-hadist shohih untuk menjawab problematika pemaknaan ayat dan masalah-masalah faktual kehidupan.
Tafsir ini diberi pengantar oleh Guru Besar Tafsir dan Ilmu Al Quran Al Azhar,
Prof Dr. Abdul Hayy al Farmawi (penulis tafsir as Sahl al Mufiid fi Tafsir al Quran al Majid).

2- Sayyidah Nailah Hasyim Shabri:
Beliau adalah seorang mujahidah, da’iyah, dan penulis.
Beliau juga salah seorang murabithah di tanah suci kaum muslimin, Al Quds Palestina. Beliau isteri dari Syaikh Dr. Ikrimah Shabri, Khatib Masjidil Aqsha, mantan Mufti Al Quds dan Kepala “Al Hai’ah Al Islamiyyah Al ‘Ulya” (Lembaga Tinggi Islam) di Al Quds.
Kitab tafsirnya berjudul:

المُبصِر لنور الله

berjumlah 16 jilid
Tafsir ini menggabungkan tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ijtihad, dengan menitikberatkan pada permasalahan-permasalahan sosial dan pencarian solusinya dari ayat Al Quran.

Related posts

Seutas Tentang Shalawat Asyghil

PENA SANTRI

Ternyata Orang Nusantara Telah Bertemu Khalifah Umar Bin Khotob

admin

Rahasia Wali Qutub dan Gagal Paham Khilafah/Imamah

KH. Dr. M. Ishom el Saha, M.Ag.

Islam Menganjurkan 5 Jenis Cara Berpikir

khalwani ahmad

Meneguhkan Insan Pers Pesantren

PENA SANTRI

Merawat Ideologi Nusantara

admin

Leave a Comment