25.3 C
Indonesia
16 Juli 2019
Agama

Mufassir Yang Menghindari Huruf Bertitik

Oleh M Afifudin Dimyathi

Para mufassir mempunyai cara masing-masing untuk mengekspresikan pemikiran dan kemampuannya dalam berinteraksi dengan Al Quran, tentu saja, diantara mereka ada yang “hanya” mengikuti metode-metode sebelumnya, tapi, tidak sedikit pula yang berinovasi mengembangkan metode unik, yang menjadikan tafsirnya menarik perhatian para pengkaji tafsir.
Dan berikut ini diantara para mufassir yang menerapkan metode unik dalam menafsirkan al Quran, yaitu dengan menghindari penggunaan huruf bertitik… jadi, kita takkan menemukan huruf berikut dalam tafsinya:
ب، ت، ث، ج، خ، ز، ظ، ض، ف، ق، ن، dan ي

Mereka adalah:
1- Faydhullah bin Mubarak al Akbar Abaadi, terkenal dengan nama Imam Faydhy. (954 – 1004 H)
Beliau lahir dan besar di India, Kakeknya adalah Syekh Khidhir berasal dari Yaman dan hijrah ke India.
Kitab tafsirnya berjudul:

سواطع الإلهام لحَلّ كلام الله الملك العلاّم

Tafsir ini mempunyai sistematika penyajian yang unik, yaitu dari awal sampai akhir, al Faydhi menghindari penggunaan huruf bertitik, padahal kitab ini dicetak dalam 6 jilid, dan tentu saja, nampak sekali takallufnya (bahasa jawa: ketok meksone 😊 )
dia mengawalinya dengan kalimat berikut demi untuk menghindari hamdalah yang ada titiknya:

أحامد المحامد ومحامد الأحامد لله مصعد لوامع العلم وملهم سواطع الإلهام، مرصص أساس الكلم، ومؤسس محكم الكلام… إلخ
Di akhir tafsir ini, beliau menambahkan semacam mu’jam utk menjelaskan kata-kata yang menurutnya asing yang ada dalam tafsirnya.
Ya, tentu saja, siapapun yang menghindari huruf bertitik pasti akan terpaksa menggunakan lafadh yang tidak familier.

Dalam tafsir ini, beliau membahas permasalahan kebahasaan, menjelaskan qiroat-qiroat, dan menampilkan perbedaan para ulama lalu memilih yang kuat diantaranya, disamping beliau juga menjelaskan tema tema yang terkandung dalam ayat.

2- Mahmud bin Muhammad al Hamzawi al Hanafi. (1236-1305 H)
beliau adalah mufti negara syam pada masanya, dan termasuk penulis buku yang produktif di berbagai bidang.
Kitab tafsirnya berjudul:

دُرّ الأسرار في تفسير القرآن بالحروف المهملة

Tafsir ini terdiri dari 2 jilid, dan dari awal sampai akhir hanya menggunakan huruf-huruf muhmalah (huruf tanpa titik)
Membaca tafsir ini, kita akan merasakan kehebatan bahasa Arab dan keunikannya di tangan sang mufassir,
untuk menghindari basmalah yang ada titiknya, beliau menulis:
اسم الله العلام أول الكلام.

kata
النبي
diungkapkannya dengan kata
الرسول محمد
untuk menghindari titik di kata النبي.

kata:
صلى الله عليه وسلم
digantinya dengan:
صلى الله على روحه وسلم
demi menghindari kata عليه yang bertitik.

kata عليه السلام: diungkapkannya dengan
ردّد الله له أكمل السلام
tanpa titik sama sekali.

Related posts

Enam Keterasingan Beragama Yang Diperingatkan Nabi

admin

Bisakah Melihat Allah Di Dunia dan Dalam Keadaan Terjaga..?

khalwani ahmad

Puasa Ramadhan sebagai Metodologi dan Manajemen Diri

admin

Perbedaan Hukum Sholat Di Dalam Kereta Api Dan Pesawat Dan Apa Yang Harus DiLakukan

admin

Wajibnya Menjaga Niat Pusa Selama Ramadhan

khalwani ahmad

Non-Muslim Atau Kafir’ Versi Yusuf Al-Qaradhawi

PENA SANTRI

Leave a Comment