27.5 C
Indonesia
23 Oktober 2019

NU Sumenep dan Upaya Merawat Kultur

NU Sumenep dan Upaya Merawat Kultur 1
Mungkin kalam ulama tersebut sangat cocok untuk menggambarkan bagaimana kultur masyarakat Sumenep, khusus nya warga Nahdliyyin. Khatmil Qur’an merupakan tradisi masyarakat Madura pada umumnya yang di kemas dengan berbagai bentuk acara, salah satunya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bunbarat, Kec. Rubaru, Kab. Sumenep pada hari kamis kemarin. 


Menyambut malam Jum’at manis, sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Bunbarat, Selalu melaksanakan Kegiatan khotmil Qur’an yang rutin setiap bulan sekali (menjelang malam jumat manis) yang tempatnya berpindah-pindah dari beberapa astah (makam) yang ada didusun gangsian selama satu hari full kemudian di akhiri dengan Tahlil dan Sholawatan bersama. 


Kegiatan khotmil Qur’an ini sudah berjalan kurang lebih empat tahun. Yang awalnya di pelopori oleh salah satu putra kiai yang terkenal ke-Wara’-an nya. Dengan diadakannya kegiatan seperti itu masyarakat terinspirasi sehingga sampai saat ini kegiatan tersebut masih berjalan secara rutin dan kompak. Karena kegiatan ini dianggap bagian dari meningkatkan ibadah memalui Khotmil Qur’an dan memperkuat hubungan Islamiyah dan Wathoniyah. 


Salah satu jamaah, “yang tidak mau disebut namanya“, beliau berharap walaupun pendiri tradisi tersebut sudah tiada, kegiatan Khotmil Qur’an yang sudah berjalan ini jangan sampai berhenti, harus tetap berlanjut. Karena dengan wadah inilah kita bisa bersatu dalam beribadah agar kampung ini mendaparkan pertolongan dari Allah sehingga menjadi kampung yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghafuur dan semoga dijauhkan dari adzab-adzab Allah.


Kegiatan yang selalu diikuti oleh seluruh warga desa ini, juga diisi dengan Tausiyah singkat oleh Pemuka dan Tokoh agama setempat, dalam penuturan nya beliau menyatakan keutamaan keutamaan Khatmil Qur’an, ” Orang yang rajin meng-Khatam Al-qur’an memiliki banyak keutamaan, apabila dibaca setiap saat apalagi secara berjemaah” tegas nya.


“Pertama: Membaca al-Qur’an dan Meng-Khatamkan nya merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW. Dan juga Akan mendapatkan ketentraman dan rahmat disisi Allah SWT. Kedua: al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat nanti, sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan Abu Amamah Radhiyallahu ‘Anhu, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat ”. (HR. Muslim). 


Ketiga: Mendapatkan pahala, yakni besok di akhirat akan bersama para Malaikat. Karena diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya”. Ujarnya. 

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy