30.1 C
Indonesia
8 Desember 2019
Peran Guru dalam Pengembangan Literasi Generasi Muda

Peran Guru dalam Pengembangan Literasi Generasi Muda

Oleh: Rosidi

Menilik gempuran informasi yang demikian dahsyat di dunia maya, termasuk melalui media-media sosial (medsos). Maka, pemberian pemahaman literasi yang baik dan kritis kepada para generasi muda merupakan suatu keniscayaan untuk menjadi generasi yang lebih kreatif dan produktif.

Mengapa pemahaman literasi yang baik dan kritis ini menjadi penting?. Karena itu, supaya mereka tidak lagi menjadi konsumen informasi. Sehingga, setiap memandang informasi yang akan datang sebagai sebuah kebenaran.

Dengan menjadi generasi yang cerdas dan kritis bermedia.  Maka, jika ada informasi yang kurang baik dan tidak valid perlu diklarifikasi dulu kebenarannya. Sebab dengan mengklarifikasi kemudian kita sebagai generasi haruslah bisa mengritisi informasi yang tidak benar yang diperolehnya.

Motivasi Generasi

Selanjutnya, peran guru sebetulnya diharapkan sebagai motivasi awal untuk para generasi muda menuju perubahan melalui literasi. Untuk itu, kontribusi positif dalam membuat konten-konten yang inspiratif dan bermanfaat tentu memerlukan peran guru mendidik generasi kita supaya bisa lebih kreatif dan produktif dalam menyalurkan wawasan ke dalam bentuk tulisan.

Dalam konteks ini, wawasan yang ditulis dipastikan bisa dibagikan kepada publik secara luas melalui berbagai media, termasuk medsos. Sehingga, hal ini yang kemudian merubah pola pikir generasi kita yang masih krisis literatur.

Generasi muda menjadi bagian penting dalam membuat dan menyebarkan konten-konten inspiratif dan bermanfaat bagi publik, ini tentu tidak bisa instan. Perlu pendampingan agar para generasi muda bangsa itu, benar-benar bisa mengambil peran maksimal dalam pengembangan literasi di tanah air, termasuk melalui situs-situs dan medsos.

Guru dalam kapasitasnya sebagai pendidik (transfer of knowledge) dan transfer nilai (transfer of value) kepada peserta didik (siswa), berada posisi yang sangat penting untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dalam pengembangan dan pembumian literasi di tanah air.

Peran Guru untuk Memotivasi

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh peran guru. Pertama, tiada henti memberikan motivasi. Para pelajar, generasi muda, membutuhkan motivasi dari banyak kalangan. Terutama guru, agar bisa mengambil peran di bidang literasi ini.

Dalam hal ini, perlu disampaikan pula. Bahwa, dunia literasi ini bidang garapan yang sangat penting, bukan saja karena ia menjadi salah satu instrumen dalam penyebaran informasi. Namun, juga dalam hal penyebarluasan pengetahuan dan dakwah.

Maka tidak heran, jika Islam sendiri memberikan perhatian khusus terhadap bidang literasi ini. Sampai-sampai, ayat al-Quran (wahyu) yang pertama kali diturunkan (disampaikan) kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, adalah terkait langsung dengan literasi: Iqra’. Di mana peradaban Islam menjadi catatan sejarah penting karena peran ilmuan yang melahirkan tulisan.

Kedua, beri pelatihan secara kontinue. Tidak semua orang memiliki kemampuan literasi yang baik, terlebih dalam bidang aktivitas kepenulisan. Maka, pemberian bekal keterampilan menulis (jurnalistik) kepada pelajar dan generasi muda secara umum, juga penting dilakukan.

Sebagai catatan, pemberian pelatihan ini tentu tidak cukup sekali saja. Melainkan harus diprogram secara matang dan kontinu, sehingga ada pengawalan (pendampingan) agar pelajar dan generasi muda menghasilkan karya-karya.

Ketiga, forum apresiasi karya. Perlu juga dibuat sebuah forum untuk mengapresiasi karya pelajar dan generasi muda, sehingga karya-karya yang mereka buat, itu merasa dihargai. Forum seperti ini, selain sebagai bentuk penghargaan, sekaligus bisa sebagai sarana mengevaluasi perkembangan pelajar. Dan para generasi muda bangsa ini, terkait bidang literasi yang ditekuni.

Pada akhirnya, tiga hal di atas menjadi penting diperhatikan dan dilakukan. Dengan itu, tidak hanya di bidang literasi yang akan meningkat. Melainkan wawasan dan pengetahun para pelajar (generasi muda) itu juga akan semakin bertambah.

  • Penulis adalah Pendidik (guru) MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, pegiat literasi dan anggota Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah.

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy