3 Desember 2020

Perkenalkan Saya Adalah Manusia

Oleh Mohamad Ardin Suwandi
Apa yang anda pikirkan setelah membaca judul tersebut. Tidak apa-apa kalau langsung mengambil kesimpulan bahwa memang saya adalah manusia. mengapa harus memperkenalkan diri?
Mungkin itu adalah jawaban yang akan diucapkan setelah membaca judul tersebut, sebelum jawaban-jawaban yang lain atau sampai disalah artikan mari kita berbicata tentang judul tersebut.
Dalam islam manusia dapat dipandang dari berbagai persepektif sesuai dengan tingkat fitranya. Ada abid, insan, an-nas, mukmin, muslim, dan manusia dalam bahasa dan budaya Indonesia.
Sampai sini dan sebelum lebih jauh pembicaraan kita mari anda saya ajak untuk memperkenalkan diri bahwa anda yang mana, insan atau abid, mukmin atau muslim atau yang mana?
Sebelumnya perkenalkan saya adalah manusia adalah judul yang timbul dalam kesendirian saya, sekian lama merenung dan berdialektika dengan kesepian. Dalam kamar yang gelap dan seorang diri memikirkan apa yang terjadi dalam kehidupan dan apa yang telah saya pribadi tempu dalam kehidupan sampai sekarang ini. Timbullah satu makna “perkenalkan saya adalah manusia”.
Dari dulu saya sangat suka dengan kesepian, mungkin itu sudah menjadi kecintaan dan menjadi budaya yang saya pribadi bangunkan dalam diri saya yang saya sendiri asing terhadapnya maka saya memperkenlkan pada anda bahwa saya adalah manusia.
Entah sebagai abid, sebagai makhluk, sebagai muslim, mukmin, mana yang dimasud dalam bahasa indonesi sebagai manusia, kemana rujukan itu bertujuan?
Baiklah mari kita artikan makna manusia dalam islam:
Abid adalah seorang yang menyerahkan jiwa dan raganya pada Tuhan semata, tingkah laku prasktik keseharian dalam hidupnya adalah semata-mata pengabdian pada Tuhan semata.
Makhluk adalah semua yang diciptakan oleh Tuhan, hal ini menunjukan perbedaan dengan Tuhan sendiri yang abadi sedangkan makhluk atau yang diciptakan akan musnah.An-nas/Nas adalah makhluk yang dalam dirinya terdapat salah dan benar, dalam masyarakat sering kita jumpai perkataan yang menunjukan kenasan makhluk adalah pengskuan bahwa kebenaran hanya datang dari Tuhan dan kesalahan merupakan berasal dari manusia.
Sampai di sini apakah anda sudah bisa melanjutkan perkenalan anda?
“siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-nya” wallahu’alam.
Jasad nerupakan pakayan paling dasar yang dipakai oleh makhluk bernama manusia, nama adalah pakaian, suku, bangsa adalah pakayannya pula. Namun siapakah manusia itu?
Keterasingan dengan diri merupakan sama penjang umurnya dengan mulai adanya makhluk bernama manusia itu hadir di alam semesta ini. Keasingan semakin tampak kalah manusia menonjolkan pakaian-pakaiannya sebagai dirinya, bahkan pertikaian antar mahkluk-makhluk hanya sebatas mempertahankan pakaian atau topengnya. Topengnya berupa jabatannya, berupa titelnya, semua itu adalah pakaian manusia, ada makhluk yang lebih dari manusia itu, yang bersama manusia dan sangat dekat dengan manusia.
Silahkan perkenalkan diri anda?

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy