1 Desember 2020

Pesan dari Timur Tengah Untuk Indonesia

Sewaktu penulis mengikuti doa bersama yang rutin dilakukan setiap bulan, kebetulan datang juga ke acara tersebut, Sekjen PBNU, Helmi Faisal Zaini. Beliau menuturkan bahwa PBNU telah mendapatkan pesan langsung dari beberapa Ulama di Timur Tengah, bahwasanya mereka meminta Bangsa  Indonesia unuk lebih menguatkan nasionalisme dan kebangsaan, jangan mau dipecah belah seperti hampir dua puluh lebih negara di Timur Tengah.

Perlu diketahui bahwasanya  awal kehancuran negara kami adalah karena bendera tauhid, bendera yang seharusnya menjadi kalimat pemersatu tapi malah senjata paling ampuh musuh Islam untuk memecah belah umat islam, mereka juga  telah melihat tanda-tanda itu awal kehancuran di Indonesia, yaitu bendera tauhid yang menjadi polemik, dan membuat kegaduhan di masyarakat, oleh karena itu tugas penting NU untuk menjaga keutuhan Indonesia.
Sekjen PBNU, juga menuturkan bahwasanya pengibaran bendera tauhid atau yang lebih tepatnya bendera ormas terlarang HTI di Garut sudah diskenariokan dari jauh-jauh hari, mereka merencanakan untuk membuat kegaduhan di puncak perayaan hari santri nasional.
Sekjen PBNU juga mengatakan bahwa orang yang mengibarkan bendera HTI tersebut telah menerima latihan dari kelompok radikal di Poso pada tahun 2001, mereka ini telah disiapkan untuk merongrong NKRI, sebelum melakuan pengibaran bendera HTI mereka juga telah memesan ribuan bendera HTI dibandung, untuk di kibarkan dibeberapa kabupaten di Jawa Barat, 
Sebelum melakukan pengibaran, mereka berusaha menghilangkan jejak mereka dengan menjual HP yang digunakan untuk transaksi pemesanan bendera dan koordinasi diantara mereka, walaupun pengibaran bendera HTI telah direncanakan dengan rapi akan tetapi Banser dengan sigap langsung menghadang pengibaran bendera tersebut dan membakarnya.
Dan sekarang Polisi telah menemukan HP yang digunakan oleh oknum pengibar bendera tersebut. Dari HP tersebut akan digunakan untuk digunakan membongkar dan menangkap jaringan radikal di Indonesia.

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy