27.7 C
Indonesia
22 Oktober 2019
Prihal Sujud Sahwi dalam Safinatussolah 1

Prihal Sujud Sahwi dalam Safinatussolah

Prihal Sujud Sahwi sangat penting dipelajari. Sebab manusia berpotensi mengalami lupa dalam keadaan terjaga, termasuk dalam shalat yang hanya sebentar itu. Seorang muslim bisa saja lupa mengerjakan sesuatu yang dianjurkan dalam shalat.

Islam juga menganjurkan umatnya untuk menjalakan ibadah shalat sunnah. Dalam menjalankan ibadah shalat baik yang fardhu atau sunnah, umat Islam harus memperhatikan syarat, rukun dan kesunahan di dalam shalat. Sehingga, ibadah shalatnya dapat sempurna, tanpa ada sesuatu yang lupa dikerjakan.

Kemudian, bagaimana ketika orang yang sedang mengerjakan shalat ada sesuatu yang lupa dikerjakan, apakah ia mengulangi pada bagian yang ditinggalkannya atau seperti apa?.Di dalam penjelasan kitab Safinatun Najah mengajarkan bahwa ketika orang yang shalat meninggalkan 4 hal di tengah-tengah shalatnya, maka ia disunnahkan melakukan sujud sahwi.


Di dalam kitab “Safinatun Najah”  yang di tulis oleh Syekh Salim bin Samir Hadlrami menjelaskan  adanya empat hal yang menyebabkan untuk melakukan sujud sahwi. Adapun keempat hal tersebut sebagai berikut:

فصل. أسباب سجود السهو: أربعة الأول ترك بعض من أبعاض الصلاة أوبعض البعض الثانى فعل ما يبطل عمده ولا يبطل سهوه إذا فعله ناسيا الثالث نقل ركن قولي إلى غير محله الرابع إيقاع ركن فعل مع احتمال الزيادة. 
Artinya:
1. Meninggalkan sebagian dari ab’adhus shalat (pekerjaan sunnah dalam shalat yang buruk jika seseorang meniggalkannya).
2. Mengerjakan sesuatu yang membatalkan (padahal ia lupa), jika dikerjakan dengan sengaja dan tidak membatalkan jika ia lupa(seperti menambah rukun shalat).

3. Memindahkan rukun qauli (yang diucapkan) kepada yang bukan tempatnya.
4. Mengerjakan rukun Fi’li (yang diperbuat) dengan kemungkinan kelebihan(karena ragu-ragu atau lupa).

Hukum dan Sebab Sujud Sahwi

Yang perlu diingat bahwa hukum sujud sahwi adalah sunnah, bukan wajib. Karenanya, kita tak perlu risau akan kesahihan shalat tanpa sujud sahwi sebagai keterangan Syekh Said M Ba’asyin berikut ini:

ولم يجب لأنه لم ينب عن واجب بخلاف جبرانات الحج. وإنما يسن بأحد ثلاثة أسباب بل خمسة: ترك بعض، ونقل قولي غير مبطل، وزيادة فعل يبطل عمده فقط، والشك في ترك بعض، وإيقاع فعل مع التردد في زيادته

Artinya:
Sujud sahwi tidak wajib karena ia tidak menggantikan sesuatu yang wajib, lain soal untuk menambal kekurangan pada haji. Sujud sahwi disunahkan karena tiga sebab, bahkan lima sebab, yaitu meninggalkan sunah ab‘adh, memindahkan rukun qauli yang tidak sampai membatalkan, menambahkan rukun fi’li yang jika dilakukan sengaja dapat membatalkan, ragu dalam meninggalkan sunah ab‘adh, melakukan fi’li disertai kebimbangan dalam menambahkannya,” (Lihat Syekh Said M Ba’asyin, Busyral Karim, [Beirut: Darul Fikr, 2012 H/1433-1434 M], juz I, halaman 234).

Untuk mendapatkan keutamaan sunnah, kita tidak boleh mengabaikan sujud sahwi bila ragu atau meninggalkan sunnah ab‘ad. Tetapi bila prihal sujud sahwi juga terlewat, hal ini tidak berpengaruh pada shalat kita. Yang perlu diingat baik-baik adalah apa saja yang menyebabkan kita untuk mengerjakan sujud sahwi yang sunnah itu.

Demikian penjelasan  di kitab Safinatun Najah tentang sebab-sebab disunnahkannya melakukan sujud sahwi di dalam shalat. Semoga dapat bermanfaat bagi umat Islam pada umumnya. [dutaislam/ka]

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy