Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Puisi-Puisi Ruhan Wahyudi

Listen to this article

Tiga kredo di Punggung Emak

 

kupaku kain emak

dipunggung kalender tua

menyibak semesta

di antara tiga kredo

tersulam lingkaran matamu

pertama, kau harus tahu

dunia & butiran hujan

akan melarutkan doa

di sepanjang syair

di pematang tubuh penyair

kedua, kain emak

seperti bianglala

dari warisan leluhur

tak pernah tersungkur

dalam dengkurmu

ketiga, ­dipunggung emak

tak pernah letih

mentakwil hakikat hidup

secuil mahkota Tuhan

pada tubuhku – batu

Yogyakarta, 2021

 

Wangsit di Sumur Tetangga

 

Sebelum nenek meninggal, cungkup makam

pengantin – aroma pekat sumur berlumut.

Sebelum aroma menguar di menenun magrib: kali ini

ada  dua kemungkinan, di antara

sobekan kertas tersirat, dan wangsit nenek moyang

menyoal pertayaan berkelana dalam kepala.

Di sumur ini, tak ada satu pun.

Tangan orang-orang menyentuh lereng temba

telah ditepikan: terlarut sunyi

kidung angin dan bulan disenyapkan

 

Pertama, semacam pepatah orang dahulu:

lebih baik buang nasi satu piring

ketimbang buang air satu gelas

seperti bilah kisah anak desa

sumur-sumur tetangga – Tatkala satu

kehidupan dalam hati kerontang

 

Kedua, wangsit yang kemudian mencipta riwayat

para penimba air meruwat – di masa penjajahan

Majapahit, dan sayap camar kelindan

di tebing bambu tak berakar

maka dari itu, wangsit di sumur tetangga

adalah menyoal waktu orangorang

serakah, jika kemungkinan hanya

sebatas permainan dunia.

Yogyakarta, 2022

 

Etos Hati

 

Sebagai perempuan

kau tak perlu mencari kegelapan

tempatku menabur cerita

di antara tanah Tuhan

yang hilang

bila cinta

& bahagiamu tertunda

tak perlu lagi kau

simpan empat permata

di tubuhku.

bila secuil debu menempel

di pundakku

jangan kau tepuk dari belakang

tetapi tepuklah

kedua pipimu

yang memulihkan dunia

tempat hatimu bekerja.

di hatimu, ada aroma dupa

yang lebih bau

dari tubuhmu –air mata

tak perlu lagi ku cium

seperti kaki ibu

yang lebih surga

dari selembar surat darimu.

segalanya yang tercipta

tempat bahagia

di atas doadoa.

bagai tanggal tujuh

yang tidak kutemukan

jalan Tuhan membuka

pintu hatimu

yang terakhir kalinya.

Yogyakarta, 2021