17 Februari 2020
Suara IPPNU untuk Masa Depan Sumenep

Suara IPPNU untuk Masyarakat Sumenep

Konferensi Cabang (Konfercab) XX Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep telah selesai dilaksanakan pada Sabtu (11/01/2020). Dalam  Konfercab XX ini Syarifatun Jamilah yang merupkan mantan ketuan PAC IPPNU Gapura terpilih sebagai ketua mandatars PC IPPNU Sumenep 2020-2022 M.

Momentum pergantian ketua PC IPPNU Sumenep bersamaan dengan tahun riskan di Kabupaten Sumenep. Dimana pata tahun ini Sumenep, beserta seluruh elemin masyarakat di dalamya (tak terkecuali juga IPPNU) berhadapan dengan tahun politik ini.

Bersamaan dengan itu, sumenep juga digegerkan dengan isu oligarki yang penolakannya dari sebagian kalangan mahasiswa sempat viral di media sosial. Sebab dua faktor itulah, pada kali ini redaksi menjajaki komitment, pendapat dan pemikiran ketua mandataris PC IPPNU Sumenep melalui wawancara tertulis.

Pada kesempatan kali ini, tajuk yang diusung redaksi adalah “Menyongsong Masa Depan Sumenep, Madura dari Basis IPPNU”. Terkat topik ini, Syarifah sebagai kektua terpilih menyatakan komintnya untuk terus mengembangkan dan menjalankan proses kaderisasi sebagaimana mestinya yang telah berjalan di tahun-tahun sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai kader NU, yang dalam posisinya sebagai pelajar akan terus mengupayakan peningkatan pengetahuan serta kemampuan kompetensi bagi kader-kadernya. Tentu harapan besarnya adalah untuk membentuk kader IPPNU Sumenep yang berpengetahuan luas serta kompeten dalam bidangnya masing-masing.

Selebihnya, Syarifah juga bertekad untuk memaksimalkan proses kaderisasi untuk menguatkan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah serta ideologi kebangsaan bagi tunas bangsa di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga  Islam Tak Mengajarkan Radikalisme

“Komitmen saya sebagai pelajar putri nahdlatul ulama adalah bagaimana mengembangkan dan menjalankan kaderisasi formal untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan menjaga ideology Ahlussunnah wal jama’ah di kalangan pelajar dan juga ideologi kebangsaan,” tulis Syarifah.

Untuk menggapai komitment ini, pelajar asal gapura ini merencanakan penguatan serta pengembangan kekuatan IPPNU Sumenep. Hal ini akan dilaluinya dengan proses ekspansi ke berbagai wilayah mulai dari tingkat sekolah formal, di desa-desa hingga ke tingkat kecamtan-kecamatan se-Kabupaten sumenep.

“(Red: kami akan) menjaga mengamalkan dan melestarikan islam ahlussunnah wal jama’ah dikalangan pelajar, santri, remaja dan mahasiswa. Dengan usaha ekspansi wilayah diberbagai sekolah (Pimpinan Komisariat) dan desa-desa (Pimpinan Ranting) serta kecamtan (Pimpinan Anak Cabang)  di Kabupaten sumenep,” tegas Syarifah.

Syarifah, IPPNU dan Tahun Politik di Sumenep

Berkaitan dengan memanasnya tahun politik di Kabupaten Sumenep ini, dengan tegas Syarifah menyatakan bahwa dirinya akan menghadapi dialektika perpolitikan itu dengan prinsip-prinsip yang seharusnya di pegang oleh orang NU.

“Sebagai kader IPPNU dalam menyikapi segala hal dan juga terkait politik praktis di sumenep kita  harus senantiasa memegang prinsip-prinsip yang seharusnya di pegang oleh orang NU,” tegas Syarifah dalam tulisannya.

Secara praktis, pihaknya akan menjadikan 3T (Tawassut, Tasamuh, Tawazun) sebagai koridor yang tepat dalam menghadapi tahun politik ini. Tawassut yang dimaksudkan di sini adalah sikap seimbang dan dan tegak lurus. Sehingga ia (Red: beserta kader IPPNU) bisa mengontrol diri agar tidak terlalu condong ke kanan maupun ke kiri (tidak fanatis).

Baca Juga  Melawan Nafsuh: Perang yang Sesungguhnya

“Jadi bagaimana kita sebagai kader muda NU memiliki prinsip hidup yang menjujung tinggi berlaku (Red: perilaku) adil dan lurus di tengah kehidupan bersama masyarakat,” tulis Syarifah.

Setelah tidak fanatis, menurutnya sikap toleran juga penting untuk diperhatikan. “Tasamuh atau toleransi yakni (Red: dimaksudkan utnuk) menghargai perbedaan pendapat serta menghormati pilihan hidup yang tidak sama dengan kita. Juga toleran dalam perbedaan pandangan terkait hal apapun,” lanjut Syarifah.

Sedangkan sikap Tawazun, seimbang dimaksudkan agar tidak berlebihan dalam memanyikapi hal apapun, termasuk dalam menyikapi dinamika politik hari ini. “artinya kita sebagai pelajar NU tidak berat sebelah dan juga tidak berlebihan dalam berhubungan antar individu, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan, sambungnya.

Selain 3T itu, hal penting lain yang menjadi titik tumpuh dari seluruh sikap yang akan diperbuat, adalah memahami perinsip Amar Ma’ruf nahi mungkar. Terkait poin ini, pihaknya lebih mengedepankan komitmen kebangsaan serta konsep li maslahatil ammah dalam menghadapi hal papaun, termasuk juga dalam perpolitikan.

“artinya melakukan hal baik, berguna dan bermanfat bagi masyarakat serta menolak dan mencegah hal-hal yang dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai dari sebuah kehidupan,” tegas syarifah.

Baca Juga  Pesan dari Timur Tengah Untuk Indonesia

Pernyataan sikap serta strategi yang diajukannya untuk menghadapi kondisi tahun pilitik ini, lebih bersifat prefentif. Syarifah tidak mau ekspansif, terlalu masuk dan aktif dalam perpolitikan. Ia akan lebih menjaga marwah ke IPPNU. Sehingga tak menyuarakan sikap politis terkait pilbup ini.

Ketegasan Menghadapi Oligarki Sumenep

Selain komitmen ke-NU-an serta ketegasan sikap terkait dinamika perpolitikan di Sumenep, wawancara ekslusif ini juga membahas tentang oligarki yang sempat ramai di Sumenep.

Terkait hal itu, Syarifah (Red: kader IPPNU) dengan tegas menolak kebedaan oligarkhi di Sumenep. Menurutnya, hal itu dapat merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah terbangun rapi. Bahkan jika komitment ke-NU-an berbenturan dengan kepentingan warga asing (penguasaan politik, ekonomi dan budaya oleh orang luar) dirnya akan tegak untuk menolaknya.

“Menolak terhadap kepentingan tersebut apalagi yang mengancam terhadap keutuhan NKRI serta kemaslahatan ummat islam di Indonesia,” tegas ketua PC IPPNU 2020-2022, Syarifah.

Dari bebagai pernyataan yang telah dikemukakan, pihaknya berharap agar dirinya beserta oraganisasi yang dipimpinnya, PC IPPNU Sumenep dapat ikut serta dan berperan aktif dalam menjaga ideology, keyakinan serta budaya yang baik dengan mensosialisasikan terhadap masyarakat serta pelajar khususnya. Dan  terus memperkuat pengkaderan dibasis pelajar sebagi tunas-tunas muda NU. (Admin)

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy