22 September 2021

Sumenep: Pemuda NU Kultural Berdayakan Pendidikan Masyarakat

Banyaknya masyarakat yang tidak tahu baca tulis menjadi peluang bagi para pemuda NU kultural untuk mengabdikan dirinya. Mereka memberi pemahaman akan pentingnya tahu baca-tulis dan hitung di tengah tengah arus global yang cepat ini.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan oleh pemuda yang “sadar dan menyadari” pentingnya pendidikan. Di Batuputih Kenek Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep di salah satu rumah warga Dusun Kotte. Rabu 03,10,2018.
Para pemuda itu mengabdikan diri di masyarakat secara rutin setiap malam dengan keliling ke beberapa dusun yang terhitung masih berpendidikan kurang baik, seperti Dusun Panjeran, kotte, dan panduk deje.
Proses pelaksanaanya di kemas seperti kumpulan yang biasa warga Nahdliyin lakukan di kampung-kampung. Kegiatan berlangsung setiap malam pukul 17:00- 19:00 WIB.
“Memang benar kegitan itu di lakukan oleh kita selaku anak muda NU kultural secara masif tiap malam dengan bergilir dari satu tempat ke tempat yg lain” papar koordinator, Misno.
Kegiatan tersebut direspon positif dari masyarakat dengan semakin bertambahnya peserta sekolah khusus orang tua dari waktu ke waktu.
“Sengaja kami menyebutkah sekolah khusus orang tua karena ini kegiatan asli pengabdian, beda dengan KF (keaksaraan Fungsional) yg notabenya banyak salah sasaran”. ungkap Hanafi salah satu pengiat kegiatan tersebut.
Peserta sekolah khusus orang tua mempertegas perihal itu “KF (keaksaraan Fungsional) memang benar adanya tapi hal itu sifatnya lebih pada pengguguran program pemerintah, setelah hadiah berupa panci di berikan maka bubar yg ada tanpa harus memperhatikan peserta bisa baca atau tidak. 

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy