6 Agustus 2020
Syarakh-Hikam-Ibnu-Athaillah-Al-Sakandari

Syarakh Al Hikam (VII) Cara Menyikapi Janji Allah Atas Doamu yang Tak Cepat Terkabul

AL HIKAM
(Kalam VII)

لا يشككنك في الوعد عدم وقوع الموعد، و ان تعين زممه لئلا يكون ذلك قدحا في بصيرتك واخمادا لنور سريرتك

Janji yang belum dipenuhi (oleh Allah) pada waktunya, jangan sampai membuatmu jadi ragu. Supaya mata hatimu tidak tercemar oleh keraguanmu, dan agar cahaya hatimu tidak menjadi redup.”

“If what was promised (by Allah) not yet occur in time, never doubt it.
So that your heart is not contaminated by the doubt, and the light of your heart not to be fade away.”

(Syeik Ahmad Ibn Muhammad Atho’llah Assakandari)

KETERANGAN :
Siapapun yang menerima janji Allah, lalu janjiNya tidak terpenuhi sesuai waktu yg di tentukan, maka sebaiknya hal itu tidak menjadikannya ragu terhadap janji Allah. Karena bisa jadi janji itu dikaitkan kepada beberapa sebab dan syarat dengan memperhatikan hikmah yang dikehendaki oleh Allah.

Seperti yang terjadi pada Rasulullah pada tahun Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu Rasulullah dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan kemenangan. Namun, ternyata kemenangan itu tidak terjadi pada tahun itu, tetapi pada tahun sesudahnya.

Baca Juga  Begini Ajaran Nabi Sambut Ramadhan yang Harus Diamalkan

Maka, kita tidak patut meragukan janji Allah, dan kita harus meyakininya agar hati kita menjadi bersih dan terang. Jika tidak, berarti sebaliknya, hati kita akan menjadi kotor dan gelap.

الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي

#Alhikam
#KalamVII

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy