30 Oktober 2020
Syarakh-Hikam-Ibnu-Athaillah-Al-Sakandari

Syarakh Al Hikam (VIII) Ketika Allah Buka Pintu Makrifat untukmu

AL HIKAM
(Kalam VIII)

اذا فتح لك وجهة من التعرف فلا تبال معها ان قل عملك، فانه ما فتحها لك الا وهو يريد ان يتعرف اايك، الم تعلم ان التعرف هو مورده عليك، والاعمال انت مهديها اليه. واين ما انت مهديه اليه مما هو مورده عايك

“Jika Allah membukakan pintu makrifat untukmu, jangan kau pertanyakan sedikitnya amalmu.
Karena Dia tidak akan membukakan pintu mskrifat, kecuali karena Dia ingin membuatmu mengenalNya.
Tahukah kau, bahwa makrifat adalah anugerahNya sedangkan amalmu adalah persembahan untukNya.
Tentu persembahanmu tidak sebanding dengan anugerahNya.”

“If Allah opens the door of makrifat to you, dont think at less your charity.
Because He has not open the door of makrifat to you, except He want to makes Himself known to you.
Did you know, that makrifat is a Gift, while your charity is an offering to Him.
Of course your offering are worth the Gift.”

(Syeikh Ahmad ibn Muhammad Atho’illah Assakandary)

KETERANGAN:
Seorang hamba hendaknya selalu berusaha memperbanyak amal untuk bisa menekan dorongan-dorongan nafsu syahwat, sehingga ia bisa sampai kepada Allah.

Jika dalam perjalanannya, Allah berkenan membuka pintu makrifat untuknya, maka ia tidak perlu merasa heran dan bertanya-tanya tentang sedikitnya amal yang telah dilakukan.

Jika Allah berkenan membuka pintu makrifat itu berarti Allah menghendaki dirinya bisa mengenal Nya.
Fahamilah bahwa makrifat adalah anugerah sedangkan amal ibadah adalah persembahan. Betapapun besar dan banyak amaliah seseorang tidak akan pernah melampaui anugerah Nya.

Amal ibadah yang sedikit yang disertai makrifat lebih baik daripada amal yang banyak tanpa makrifat. Jika seorang hamba mendapatkan makrifat, ia harus segera menghadapkan hatinya kepada Allah.

الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي

#Alhikam
#Kalam_VIII

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy