Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Peran Ulama terhadap Islamisasi Madura Sebagaimanan sebelumnya telah dituturkan bahwa pada masa kekuasaan Pangeran Jokotole telah datang seorang Ulama yang dikenal dengan nama Sunan Padusan. Ia datang di awal abad ke-16. Dia diklaim sebagai keturunan Maulana Malik Ibrahim, pendakwah Islam mula-mula di wilayah pantai utara Jawa, yang membangun perkampungan Islam di pesisir Gresik.[1] Maka atas sikap keterbukaan raja Sumenep, sunan ...

Islam Madura di Tangan Raja-raja Madura Seiring dengan pesatnya perkembangan Islam di Jawa, penyebaran Islam sudah masuk ke lingkungan keraton. Banyak penguasa kerajaan yang sudah memeluk agama Islam. Seperti halnya, Sunan Ampel yang berhasil membuat beberapa tokoh kerajaan memeluk Islam, antara lain: 1) Adipati Arya Damar, isteri, serta anak di Palembang. 2) Prabu Brawijaya dan permaisurinya putri Cempa (yang berhasil ...

6. Adat dan Budaya Islam Di Minangkabau Kata adat berasal dari bahasa Arab yang secara etimologis berarti kebiasaan yang berlaku berulang kali. Dalam bahasa Indonesia kata adat biasa dirangkai dengan kata “istiadat” yang juga berasal dari basaha Arab dengan arti suatu yang dibiasakan. Rangkaian kedua kata tersebut dalam pengertian Minangkabau berarti peraturan yang mengatur cara pergaulan antara masyarakat dengan perorangan ...

5. Warisan dalam Garis Matrilinial Islam Minangkabau Menurut A.A Navis, “Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki, serta menganut sistem adat yang khas, yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau materilineal, walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam, Thomas Stamford Raffles, setelah melakukan ekspedisi ke pedalaman Minangkabau ...

1. Pendahuluan Masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya sebagaimana yang tertuang dalam Piagam Marapalam yaitu “Adat Basandi Sarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Keinginan untuk menghayati dan mengamalkan adat secara murni dan konsekwen menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat di Ranah Minang. Hal ini juga dipertegas oleh “patatah patitiah” yang mengatakan “tasindorong jajak manurun, tatukiak jajak mandaki, adat jo syarak ...