Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Tasawuf Nusantara, Manuskrib Martabat 7 Falsafah -PO-5 Cikal Bakal Masuk Agenda Nasional

Tasawuf Nusantara, Manuskrib Martabat 7 Falsafah -PO-5 Cikal Bakal Masuk Agenda Nasional
Listen to this article

Dr. H. AS Tamrin ,MH : Indonesia Maju Terapkan nilai Revolusi Mental dan Perbaikan Ahlak Melalui Konseptualisasi Nilai keluhuran Kearifan budaya local PO-5

Konsep Falsah PO-5 Bahasa Wolio Kerajaan /Kesultanan Buton.oleh Dr,H, AS Tamrin,MH

  1. Pomaamasiaka, artinya, Saling Sayang Menyayangi sesama kehidupan makhluk hidup utamnaya manusia.
  2. Popiapiara, artinya, Pelihara atau rawat , saling memelihara, saling merawat, atau salin mengayomi.
  3. Pomaemaeaka, artinya, Rasa malu , kita saling menanggung rasa malu jika melakukan perbuatan tercela ,tapi yang turut kena dampak malu adalah seluruh keluarga , orang tua, dan komunitas juga dilingkungannya menanggung beban malu.
  4. Poangka angkataka, artinya, Saling mengangkat martabat, derajat, saling menghormati dan saling menghargai.
  5. Pobinci –Binci Kuli, artinya, Saling mencubit kulit , berlandaskan pada arti filsafat rasa yang telah merupakan harga mati diartikan kau cubit dirimu dulu sebelum mencubit diri orang lain,kita tidak harus saling menyakiti, membenci, merusak, apalagi melakukan fitnah, melakukan kejahatan, apa lagi membunuh satu sama lainya sesama manusia (terlibat pelanggaran hukum secara adat maupun hukum positif).

Melalui pertemuan singkat dikediaman Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Baubau bersama Ketua Relawan Galang Kemajuan Center Jokowi Sulawesi Besar (GKC-JOKOWI SULEBES), Djery Lihawa (Senin, 2 Juli 2021) sangat mengapresiasi dan memberi dukungan penuh kepada, Bapak Dr,H,AS Tamrin tentang program falsafah hidup sifat 5 yang disadur dari manuskrib kitab kuning Martabat Tujuh peninggalan Kerajaan /Kesultanan Buton yang lebih di kenal dengan sebutan,sifat Lima atau PO-5 agar yang mulia Bapak Presiden , Ir ,H, Jokowidodo bisa mempertimbangkan Konseptual Program Kearifan Lokal “ FALSAFAH SIFAT LIMA-PO-5” masuk menjadi agenda nasional yang akan diterapkan secara Konstitusi kesegenap lapisan masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepada Tim Media Cyber Sultra1News Walokta Baubau Dua periode  juga lulusan terbaik Lemhanas, Dr, H, AS Tamrin ,MH , menjelaskan Falsafah PO-5 yang berasal dari kearifan Lokal adat budaya Kerajaa/ kesultanan Buton meyakini Yang Mulia Bapak Persiden Ir ,H, Jokowidodo akan sangat mendukung dan menerima Konseptual falsafah  PO-5 akan dijadikan agenda nasional secara konstitusi karena maknawi dari falsafah PO-5 sangat erat berkaitan dengan kehidupan manusia seutuhnya yang berketuhanan ,berakhlak, bermartabat ,berkeadilan menjaga keutuhan bangsa secara universal.

Walikota Dua periode di baubau ini, mengangkat citra adat dan kebudayaan Kerajaan/Kesultanan membedah manuskrib Martabat 7 menjadi falsafah P0-5, lebih lanjut menjelaskan , bahwa Filsafat Lima atau falsah PO-5 adalah ilmu sains pengetahuan yang mengajarakan sendi sendi tantang watak manusia kembali fitrah pada akhlak dan mawas diri ini bisa diterapakan Kementrian pendidikan dan kebudayaan,serta kesluruh element birokrasi pemerintahan pentingnya Lima Sifat diri manusia PO-5 secara eksplisit  tersurat maupun tersirat.

Bangsa kita lagi diambang kehancuran merosotnya nilai -nilai agama dan budaya dan terputusnya mata rantai kebersamaan sesama persaudaraan anak bangsa olehnya itu perlunya intropeksi diri terapi secara spritual  kesadaran kita sebagai manusia mahluk sosial dengan falsafah PO-5 di implementasaikan menjadi agenda nasional secara konstitusi, institusi birokrasi pemerintahan,Kementrian Pariwisata, Kementrian Hukum dan Ham , Menkopolhukam, diseluruh Parlement Kementrian dibawa komando Presiden, Legislatif, aparatur sipil negara,TNI dan Polri.

” utamanya ditanamkan pada generasi muda, akademisi disetiap kampus yang ada di Indonesia agar menjadi generasi penerus bangsa yang berketuhunan, bermentalitas moral akhlak yang baik, jujur dan amanah ,saling menyayangi antara sesama, punya wawasan kebangsaan bela negara, bela pemimpin tertinggi  ( Presiden)  sebagai ulil amri , menjaga toleransi antara umat beragama dan menjaga marwah harkat martabat  bangsa  (NKRI) dan Presiden sebagai Umaro Ulil amri pemimipin ( Presidensil) dan ulama serta rakyat Indoensia sebagai konstitusi dan institusi secara kultur kearifan local agama dan budaya adat istiadat disetiap Daerah adalah  merupakan sebuah amanah UUD 1945 hukum  yang tertinggi.pada pada Kesatuan Negara Republik Indonesia

Falsah kehidupan kearifan local PO-5 syarat akan makna yang telah melekat secara turun temurun pada nilai nilai keluhuran kearifan local Budaya dan adat istiadat Kerajaan /Kesultanan Buton secara universal dari zaman ke zaman hingga banyak kader generasi Buton yang tidak terhitung menjadi pemimpin didaeah daerah perantuan bahkan menjadi pelaut pelaut ulung yang tangguh karena mereka masih terus mengasah dan membawa paham falsafah PO-5 dasar kebaikan hubungan sesama manusia dan sang khaliq. Pemahaman kearifan local budaya dan adat kita orang Buton pada Filsafat dan falsafah Lima-P0-5 terus menciptakan generasi berakhlak jujur dan amanah hingga sampai akhir dzaman kelak dan bisa di pertangung jawabkan dunia dan akhirat.

Kecerdasan penting sebagai sarana dalam ilmu namun harus di sertai berketuhanan yang kuat sebagai dasar tiang pondasi utama guna melahirkan manusia- manusia yang berbudi luhur  berakhlak Insan Kamil. PO-5 telah lahir sebelum Indonesia merdeka dengan seiring waktu membantu negara dalam mensosialisasikan kepada semua konstitusi Rakya Indoensia pentingnya kesadaran akhlak atau revolusi mental (Nawcita Presiden Jokowi) memperkuat keteguhan akhlak mulia ,beradat beradab, jujur dan amanah menjunjung tinggi hukum dan keadilan negeri ini juga wajib untuk menghargai (toleransi) sesama kerukunan umat beragama yang pada prinsipnya semua agama inigin menciptakan atau melahirkan produk ahlak manusia Insan kamil yang mulia

” urusan keyakinan adalah urusan hidayah, akal dan rasa serta frasa secara ilimiah dan logis, namun menegenai hubungan sesama manusia ( Habdulminanas) itu diperintahkan, “Allah subhanahuwatalla” sang pencipta alam untuk berlaku baik pada sesama manusia bukankah sebagai umat yang besar kita haus bisa mencotohkan akhlaktulkarimah, berdsarakan baca suarat ,Al Qafirun telah jelas makna yang tersurat dan tersirat,” Jelas, Dr,H,AS Tamrin,MH.

Penduduk negara kita kurang lebih 270 juta hitungan populasi data stastitik dunia penduduk bumi secara keseluruhan berkisar 7 miliar pasti mengiginkan kedamaian, saling menghargai, saling membantu satu sama lainya (Simbiosis Mutualisme), sayang menyangi serta punya rasa kepedulian satu sama lainya, falsafah Lima bisa di aktualisasikan pemahaman tentang Fasafah hidup. Penerapan P0-5 untuk membangun manusia seutuhnya secara (Universal ) pada frasa dan rasa, memperbaiki akhlak dan moralitas ukuran dzaman pada generasi anak bangsa dan PO-5 bisa menjadi ikon menciptakan simbol perdamian dunia sesama hubungan bilateral antara negara, “ Semua manusia dibumi ini membutuhkan Perbaikan moralitas mentalitas akhlak juga para pemimpin negara , “ papar Dr,H, AS Tamrin,MH.

PO-5 wajib diadopsi diimplementasikan keruang gerak setiap waktu kita dalam kegiatan sehari hari, dimana, kita ketehui bersama sadar dan tanpa sadar kehidupan manusia telah tergerus oleh kemajuan arus moderenisasi komunikasi politik yang kerap sudah keblablasan melahirkan pikiran ego sentris negative terjadinya krisis kepercayaan , krisis moralitas, krisis akhlak, krisis demokrasi politik yang paling miris adalah, kita telah terseret oleh krisis dzaman ini pada propaganda fitnah yang digaungkan oleh para oknum kaum elit ilumunati politik , liberlisme , komunisme, radikalisme dan isme isme negative lainya , olehnya itu , bangsa ini perlu kewaspadaan tingkat tinggi pada permainan isu tersebut dengan menerapkan nilai nilai Pancsila dan Falsafah kemanusiaan PO-5

“ Rakyat NKRI tetap bersatu bersama Bapak Presiden , Ir.H, Jokowidodo , Sami’na Wa Atho’na, artinya, Hai orang orang yang beriman , taatilah Allah dan taatilah Rasul ( Nya) dan Ulil Amri diantara kamu, Umaro dan ulama,ulil amri, untuk saling menguatkan mengingatkan , tabayun , istiqomah sebagai umat yang besar menjadi warga muslim yang Lil alamin, tidak hanya prihatin namun kita bantu negara bersama berjuang melalui karya adatistidat budaya kearifan local dengan menjadikan manefestasi falsafah kehidupan PO-5 diresapi kesegenap jiwa dan raga kita sebagai anak bangsa untuk tetap setia menjaga marwah dan martabat Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia seutuhnya , “ tukas walikota Baubau .

Dalam kesempatan tersebut kata orang nomor satu dibaubau pada Ketua Relawan GKC- Jokowi  Orang pintar itu banyak. tapi mencari warga negara Indonesia yang jujur dan amanah sudah jarang kita temukan , olehnya itu sepakat dengan bapak Presiden Jokowi mari kita awali untuk memperbaiki terus bangsa ini menuju kebaikan bersama.

” Reformasi, Revolusi mental dan akhlak , Revolusi Ekonomi, Revolusi Pembangunan manusia dan infrastruktur terus di pacu ,Presiden kita Jokowi terus menghimbau kepada seluruh aparatur negara dan rakyat harus bekerja sama dengan baik dengan mengedapankan keadilan dan pemeretaan menuju Indonesia lebih maju utamanya kepentingan Rakyat , menciptakan inovatif program kerakyatan disektor UMKM makro mikro, pendidikan dan kebudayaan  tentu harus di kawal dengan akhlak dan moralitas , jujur dan amanah tanpa diskriminasi dan kedepankan toleransi tentunya seiring dengan visi dan misi President , pada sector ekonomi bangkit , investasi, SDM DAN SDA diatur dengan kerja sama yang baik secara proporsional sesuai mekanime aturan yang berlaku , “ Tagas , Dr ,H, AS Tamrin, MH

Lebih jauh dipaparkan secara relijius dan filsafat oleh Dr,H, AS Tamrin , MH, flasafah PO-5 harus di tanamkan secara dini kepada para generasi anak anak bangsa kembali reformasi moral akhlak di sektor industry pendididkan , parawisata , bahwa modal utama akhlak dan kejujuran serta amanah akan seiring hidup bersama dengan lajunya perkembangan dzaman dengan mengelolah tingkat kecerdasan manusia “ kita janganlah mudah terpropokatif oleh isu propaganda memecah belah persatuan dan kesatuan kita sebagai saudara sebangsa setanah air Indonesia, Ingat, ini zaman fitnah, mari kita tanamkan frasa dan rasa kita melalui –PO-5. Agar kita semakin peduli pada kehidupan sesamanya yang sering dilupakan oleh namanya “ Manusia” ,

” kenapa kita harus diciptakan ?  dan kenapa kita harus hidup, sementara guna hidup adalah memberikan kehidupan kepada yang lainya agar menjadi manusia yang amanah pada  sanga pencipta Allah dan sesame manusia ciptaanya juga kepada Bumi tempat kita berpijak  dan kehidupan mahluk , kehidupan alam hutan ,pada tumbuh tumbuhan itulah makna sesungguhnya dari falsafah Lima atau PO-5, “ beber Dr,H, AS Tamri,MH

Walikota Baubau Dua periode menjelaskan , Konsep PO-5 itu mudah tinggal memahami dasar menjadi hakekat manusia Insan Kamil meskipun itu tidaklah mudah namun harus di tanamkan kembali dengan memahami falsah Lima-PO-5 , ‘’ pada hakekatnya dalam manuskrip martabat 7 , sarapatuguna ,Red Bahasa Kesultanan Wolio Buton ( artinya 4 syarat) dapat dibahas dari berbagai sudut pandang yakni, moralitas, social kemasyarakatan, . kenegaraan , hukum dan sudut pandang filsafat di tambah syarat Po-Binci Binci -kuli menjadi falsah 5 atau PO-5, artinya, “Limangu” atau PO-5.

Melalui Ilmu pengetahuan yang sudah ada dalam diri setiap manusia tentu harus belajar dasar yaitu utamanya kembali [pada revoluis mental Program Nawacita, President Jokowi untuk kembali ke akhlak kesadaran kemanusiaankita disertai saling mengormati dan menghargai sebab implementasi FalsahLima –PO-5 itu telah ada semenjak kita lahir yaitu tentan Adab dan Adat yang semua suku itu sama mengajarkan kebaikan akhlak pada Lima sifat Rasa atau PO-5.

Pada prinsipnya harapan konseptual lima sifat PO-5 adalah jawabanya dimana bisa melahirkan manusia agar menjadi insan kamil generasi bangsa kedepan tanpa diskrimasi ( Perbedaan ) dan  menyadarkan mengingatkan kembali pada paradigma oligarki Kapitalisme dan isme isme lainya untuk sadar pada kodrat kita sebagai manusia dengan konsep ketuhanan, beradat , beradab merevolusi jiwa dan mental berakhlak mulia dan jujur, ”  bukankah kita sebagai manusia rindukan bersikap baik menuju perdamian , nilai nilai secara relijius  kempali sadar siapa diri kita kembali pada sang pencipta dan darimana asal kita,bukankah ada hidup ada kematian, deunia fanah tidak abadi n namun konsetual nilai nila budi kearifan lokal falsafah PO-5 ituk konsep dirindukan semua kehidupan dan sang pencipta, Allahsubhanahuwataalla, mari menjadi Manusia berbudi luhur manusia pilihan atau insan kamil,” ujar WalkotaBaubau, Dr,H, AS Tamrin,MH

Lima sifat PO-5 bisa diartikan pada proses penciptaan manusia yang diciptakan oleh Allah Subhanahuwataala Tuhan semesta alam guna menjadi perwakilan dimuka Bumi sebagai khalifah tentu agar menjadi manusia pilihan yang pada dasarnya fitrah menjadi mahluk social yang menjaga keseimbangan berguna memberikan kebaikan kehidupan kepada yang lainya apakah itu sesama manusia , hewan tumbuhan , tanah, air , api dan udara , juga alam kehidupan mahluk lainya yang pada prinsipnya pada mental dan perbaiki akhlak

Firman Allah dalam surat Dzariyaat, Artinya “ Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku dan sebagaimana dalam surat tentang akhlak yang ditujukan kepada nabiyullah Muhammad Salaullahuallahiwasalam , Allah berfiman dalam surat (Al-qalam) , Artinya, “ Dan sesungguhnya kamu benar benar berbudi pekerti yang luhur

PO-5 terlahir dari buah pemikiran dan konsep desertasi secara akademisi syarat akan makna Relijius tersirat dan tersurat oleh Bapak Walikota Baubau, DR,H,AS Tamrin, MH merupakan manefestasi ajaran kitabulah Quraan yang mulia dan hadits Nabi Muhammad Sallahllahuallahiwassalam dimana,adien Islam sebagai agama Rahmat Lill’alamin mengajarkan tentang tauhid yang berketuhanan pada yang Esa hanya satu (Mengucapkan Sahadat ) itu bagi umat Muslim juga perilaku sebagai khalifah pemimpin dimuka bumi.

sementara adab dan adat dijarkan wajib berperikemanusiaan yang mulia adil dan beradab sebagaimana termaktub dalam UUD Negeri Martabat 7 Kerajaan/Kesultanan Buton yang di ajarkan oleh para Waliyullah , Syeh Abdul Wahid Bin Syarif Sulaiman Al-Fathani, Rahimakumullah berasal dari negeri Johor masih dari keturunan hadral maut Keturanan Nabiyullah Muhammad salallahuallahiwasalam

Falsafah sifat Lima atau PO-5 atau Martabat Tujuh secara tersirat dan tersurat telah terserap melekat pada diri budaya dan adat istiadat orang Buton secara spiritual yang sebenarnya telah ada dalam diri kita sebagai manusia mulia fitrah sejak lahir. Ditengah perubahan keberadaban globalisasi kemajuan dunia sebagai mahluk social, falsafah PO-5 wajib disosialisasikan dan diterapkan kepada semua umat manusia tak terkecuali bukan hanya kita sebagai orang Buton namun secara universal dari lingkungan keluarga juga kepada saudara saudara kita seluruh Rakyat Indonesia pada generasi anak cucu kita kedapan

“ PO-5 tujuanya adalah perbaikan pada mentalitas dan ahlak anak bangsa tanpa pandang perbedaan ,suku, ras dan agama untuk kebaikan negara dan bangsa sebagaimana hal yang sama pada Cita Nawacita dan visi misi Bapak Presiden, Ir,H, Jokowidodo yang telah memberikan kontibusi banyak pada kemajuan pada bangsa dan rakyat Indonseia dimana bapak Presiden Jokowi telah mentorehkan tinta sejarah dan ilmu tentang kemanusaiaan melaui Revolusi nawacita memperbaiki mentalitas anak bangsa , “

kita sebagai manusia lahir sebagai rakyat Indonesia harus beradab, beradat sesuai kearifan budaya local disetiap daerah tentunya sebelum Indonesia Merdeka 1945 adatistiadat itu telah lahir sebelumnya dan telah beradat. Makna dar kearifan dari setiap suku dengan adat berbeda beda dan pada dasarnya semua adat dan istiadat punya tujuan yang baik bagi kearifan budaya local itu sendiri terlepas cerita klasik yang menyeramkan dibeberapa suku yang berada diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terkait adat dan istiadat.

PO-5 secara kontekstual telah melalui riset dan kajian Ilmiah dan Spiritual oleh ,Dr ,H,AS Tamrin, dimana PO-5 mengajarkan hakekat sifat diri manusia pada “Lima Sifat Filsafat Rasa” menurtnya, pada dasarnya lawan manusia dirinya dengan mengekang hawa napsu atau ego sebabnya Nabi Muhammad Salallahuailaihiwasallam dalam haditsnya, bahwa ada segumpal dara dalam dada manusia yaitu hati ,kalau baik hatinya maka baik seluruh tubuhnya , artinya konseptual  PO-5 mengajarkan kebaikan tentang sifat diri manusia

” kebiasaan kita manusia lupa diri , atau lupa bawa remot kontrol, kan telah nyata musuh manusia adalah setand /iIblis dari golongan Jin yang sejak kita lahir itu Jin sudah  mengikuti kita , penciptaan manusia itu unik secara Gaib diciptakan tuhan ada namanya fungsikesadaran jika diaktifkan dan di kontrol, kalau di orang muslim  sebuah kewajiban  itu sebagai power remut control  adalah Sholat ,berdoa , serta ikhtiar. Terlapas dari sebuah keykinan ketuhanan dan kemanusaiaan bisa menuju alam hewan , namun namanya manusia tidak terlepas luput dari kekurangan kehilaf dan dosa, Kita mestinya manusia banyak syukurnya telah diberikan kelengkapan yang sangat mumpuni Lima Panca Indra dari sang maha kuasa Rahman dan Rahim, Allahsubhanahuwataalla

Walikota Baubau Dua periode tersebut menyadarkan bahwa ,hadirnya mahan karya kearifan lokal budaya dan adat  PO-5 atau Lima filsafat didiri manusia membantu kembali menyadarkan frasa dan rasa diri kita kembali untuk  menjadi manusia Insan Kamil “ Habdul minaullah dan Habdulminanas ( Hubungan Kepada Allah Subhanahuwataalla dan Hubungan Kebaikan Antara Manusia ) Perlu untuk diketahui Sifat 5 atau PO-5 atau martabat 7 adalah muatan makna falsah melebur masuk pada penyusunan konsep Idiologi Dasar Negara Pancasila saat itu melebur menjadi satu pada dasar negara 5 Sila yang tertulis jelas pada dada Burung Garuda sebagai dasar lambang negara berbangsa satu dalam bingkai kesatuan NKRI.

Filsafat Sifat Lima frasa dan rasa atau lebih dikenal dengan PO-5 dalam manuskrib Negeri Martabat 7 babad tanah Kerajaan /Kesultanan Buton terus mengikuti peradaban dzaman distiap paradigma secara universal PO-5 harus di tanamkan (diadopsi) pada setiap diri individu anak bangsa oleh para pejabat negara,rakyat ,pemerintahan pejabat daerah (Good Governance ), demokrasi komunikasi politik, konsep pembangunan manusia (SDM), Ekonomi dan investasi

PO-5 pada prinsipnya mengajarkan kebaikan pada pada diri manusia memberikan sugesti kesadaran yang tinggi untuk kembali pada revolusi mental ahlak jadi Insan Kamil menjadi manusia mulia , saling asah, asih, asuh saling menghargai tidak melakukan atau terjerumus kedalam hal hal negatf saling merugikan satu sama lainya apalagi menjurus pada perlakuan menghujat para pemimpin negara, fitnah menebarkan hoax, propoganda kebencian, adu domba sesame anak bangsa miris melihat para generasi muda melakukan demo anarkisme dan kekerasan sampai perkelahian saling melukai dan saling bunuh, parahnya lagi mulai dari para oknum pejabat politisi, aparatur negara, oknum aparat tidak lagi amanah, kolusi , nepotisme dan korupsi sering terjadi di Indonesia

Dengan adanya Dasar Negara Pancasila, Nawacita dan PO-5 marilah menjadi Insan Kamil manusia yang berguna , Berketuhanan ,beradat, beradab menjaga marwah bangsa ini marilah kita melatih diri untuk berkata jujur, berilmu , berahlak mulia untuk diri sendiri agar menjadi pemimpin khalifah di muka bumi tebarkana kasi sayang sesama manusia kepada rakyat demikian juga sebaliknya dimana rakyat akan menyangi pemimpinya dan saling melindungi satu sama lainya dala hal kebaikan segenap bangsa tumpah darah Indonesia.

Sebagai pusat Kerajaan / Kesultanan Buton yang juga benteng Keraton Terluas didunia yang tepatnya secara geografis,demografis secara historis letaknya tepat berada di pusat Kota Baubau yang disebut dengana Kerajaan Buton /Kesultanan yang telah diakui secara Kenegeraan masuk pada wilayah pangkuan NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia Red, Tahun -1950 baca Pertemuan Malino antara Sultanan Buton, La Ode Muhammad Falihi dan Presiden Soekarno ) pusat Kerajaan /Kesultana Buton pada saat itu berada di wilayah Baubau yang sekarang menjadi Kota Baubau

Kota Baubau dipimpin Dua Periode oleh, Dr, H. AS Tamrin yang juga Lulusan Lemhanas terbaik, akademisi dalam ilmu pemerintahan , jujur ,Cerdas ,visioner dan inovatif masi sedarah keningratan keturunan cucu dari Kerajaan /Sultan Buton ke- 20 – Sultan Buton , Himayatuddin Muhammad Saidi , (Bergelar Oputa Yi Koo 91752-1763 deberi gelar Pahlawan Nasional-2019 oleh Presiden ) dimana Sultan,Himayatuddin Muhammad Saidi yang gagah berani ini yang terus bergeriliya melakukan perlawann menantang dan menumpas penjajahan Belanda ditanah Bumi Kerajaan/Kesultanan Buton

Pesan Walikota Dua periode, Dr, H, AS Tamrin ditengah negara dalam situasi dihadapkan pada pandemic covid marilah jaga kesehatan dengan kebersihan pangkal dari iman juga meringankan beban negara dengan mematuhi protokoler kesehatan dan tetap terus semangat dengan perbaikan akhlak dan moralitas bangsa menjaga harmonisasi serta saling bantu membantu bahu membahu pada nilai kemanusiaan agar kelak generasi anak cucu kita menjadi contoh teladan yang baik menuju Indonesia Lebih Maju bersama PO-5.

Presiden, Ir ,H ,Jokowidodo Bersama Dr,H, AS Tamrin Satu Komando Selamatkan ahlak dan moralitas bangsa melalui konsep ketuhanan yang maha Esa kemanusiaan yang adil dan beradab juga akan ditanamkan nilai nilai keluhuran kearifan local melaui keberagaman budaya dan adat istiadat dan memahami falsah PO-5 Kesultanan Buton mengajarkan inti saripati kebaikan sesama manusia dan kehidupan alam.

Untuk diketahui sejarahnya lahirnya manuskrib negeri martabat 7 atau falsafah Lima yang sekarang di kenal dengan PO-5 itu berada di pusat wilayah Kerajaan / Kesultanan Buton Kota Baubau Negeri Seribu Benteng negeri khalifatul khamis dan negeri para waliyullah tasawuf. Menghadapi Krisis Degradasi Moralitas serta tergerusnya nilai nilai keagamaan dalam diri kita sebagai manusia itu akan turut mempengaruhi cara berpikir menurunkan mentalitas ahlak anak bangsa, maka Falsah Lima , frasa dan rasa dalam konseptual kearifan local karya Walikota Baubau , Dr, H, AS Tamrin PO-5 bisa jadi serum obat penyembuhan secara spiritual mengobati watak perilaku yang negative ,kecemasan, ketidak percayaan, mudah terhasut , watak radikalis dan menebarkan kebencian, hadirnya Konseptual Program Flasafah kearifan local PO-5 gunanya mengajak mengembalikan diri kita kepada akhlak pada porsi yang sebenarnya.

Akar budaya kearifan local Falsafah Lima Kerajaan/Kesultanan Buton atau dikenal dengan PO-5 bisa menjadi agenda nasional secara konstitusi oleh Bapak Presiden ,Ir,H, Jokowidodo bersama dengan nawacita berpadu dalam bingkai NKRI di sosialisasikan guna untuk kepentingan rakyat agar selalu berfikir positif kedepan menuju Indonesia maju bermartabat dan berakhlak mulia menjadi insan kamil jujur dan amanah

admin
Pena Santri adalah media dedikasi Santri Pejuang NKRI