24.8 C
Indonesia
18 Agustus 2019

Tuhan Bilang Bidadari Boneka Intim

Tuhan Bilang Bidadari Boneka Intim 1
Semua orang pada bilang, hubungan intim itu sangat nikmat. Saking nikmatnya tidak ada yang bisa menerangkan. Sebab, kenikmatan adalah suatu karunia khas yang tidak dimiliki di selain kenikmatan itu sendiri sebagai padanan.
Sebagaimana kodrat normal, tiada manusia yang tidak suka dengan kenikmatan. Lebih-belih kenikmatan hubungan intim. Oleh karenanya, Allah menjanjikan manusia mukmin dengan kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara, termasuk salah satunya adalah menjanjikan bidadari sebagai pemuas hasratnya.
Untuk menyakinkan mahluk-Nya, Allah menggambarkan kenikmatan bidadari ini dalam Surat al-Waqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita surga) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (al-Waqi’ah: 35-37)
Begitupula dalam Surat ar-Rahman ayat 55—58, Tuhan menjelaskan “Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Di ranjang-ranjang itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.”
Surat ar-Rahman ayat 72 “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dan dipingit di dalam rumah.” (ar-Rahman: 72). Surat ar-Rahman ayat 70 “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik (akhlaknya) lagi cantik-cantik parasnya.” 
Beberapa ayat al-Qur’an tersebut dengan norak menjelaskan bahwa bidadari diciptakan semata hanya sebagai wahana bersenang-senang belaka. Bidadari sengaja dicipta sebagai pemuas hasrat manusia. Janji-janji ini menjadi menarik sebagai tawaran paling puncak kenikmatan yang akan Allah berikan kepada manusia kelak di surga-Nya.
Bila coba dicermati lebih seksama, betapa hinanya manusia yang terperangkap dengan tawaran-tawaran khalqiyah yang sebetulnya tidak dibutuhkan. Tidak dibutuhkan karena tawaran yang demikian ini adalah juga termasuk makhluk Tuhan sebagaimana lazimnya.
Namun demikianlah manusia, cenderung ternina dengan buaian kesenangan dan kenikmatan yang pada puncaknya adalah kenikmatan hubungan intim bersama bidadari-bidadari surga. Padahal secara rasional, bidadari-bidadari yang dijanjikan Tuhan, hanyalah boneka pemuas hasrat. Bonika yang tidak memiliki akal sempurnah sebagaimana manusia. Ia hanyalah asebagai pelampiasan hubungan intim manusia. Ia tidak diberikan nafsuh dan akal, sehingga mau saja dijadikan alat pemuas hasrat manusia.
Ia tidak dapat mengelak dan atau bahkan melawan dikte kehendak Tuhan akan diciptakannya. Ibaratnya saja ia adalah boneka yang bagaimanapun diperlakukan terserah pada kehendak pemiliknya.
Fairozi, Mahasiswa SPS UNUSIA Jakarta 

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy