21 September 2020

Tuhan-pun Berinisiatif Mencipta Perbedaan

oleh Fairozi*

Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Suatu bangsa dengan berbagai ras, suku, kultur, tradisi serta agama yang berbeda-beda. Maka, perbedaan bangsa-bangsa ini tidaklah mudah disatukan dalam satu grand design ideology. Menyikapi perbedaan dan kemajemukan bangsa ini membutuhkan ketahan ideology serta kesemaan persepsi bahwa “perbedaan bangsa-bangsa ini, adalah rahmat”.
Memandang perbedaan sebagai suatu keniscayaan adalah suatu kepastian. Namun sebaliknya, mempersoalkan perbedaan, dengan perpektif vis a vis hanya akan memanivesto perpecahan. Perbedaan akan menjadi rahmat hanya jika membidiknya dari pelbagai sudut serta memposisikannya secara yang proporsional.
Lalu pertanyaanya, apa maksud Tuhan mencipta perbedaan bangsa ini? Adakah agama mengajarkan tata cara menyikapi perbedaan? Dan bagaaimana kita memosisikan diri di tengah tengah perbedaan tersebut?
Dalam Qur’an Surat al-Hujarat Ayat 13, Allah SWT menerangkan bahwa, dirinya sengaja menciptakan manusia yang berasuku-suku dan berbangsa-bangsa yang penuh dengan keanika ragaman.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
 Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
(Qs. al-Hujurat: 13)
Keterangan:
Dalam ayat ini Tuhan menerangkan arti penting Taqwa yang dituturkan bersamaan dengan perbedaan itu sendiri. Pada ayat sebelumnya khitob yang digunakan ditujukan kepada orang-orang mukmin di mana ayatnya berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman”. sedangkan pada ayat ini khitobnya adalah untuk seluruh manusia dan menjelaskan tentang dasar penting yang menjamin tatanan dan ketetapan serta membedakan nilai hakiki kemanusiaan dari nilai-nilai palsu dan batil. Maka ayatnya mengatakan: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal”.
Para ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat di atas adalah melarang untuk berbangga diri dengan menggunakan nasab, maka maksud dari ayat “dari seorang laki-laki dan seorang perempuan”adalah Adam dan Hawa maknanya adalah Kami menciptakan kalian dari ayah dan ibu yang sama tanpa ada perbedaan antara yang berkulit putih dan hitam serta yang Arab dan non-Arab dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling memuliakan diri kepada yang lainnya tapi agar kalian saling mengenal sehingga sebagian kalian bisa mengenal sebagaian lainnya dan dengan begitu sempurnalah urusan sosial kalian dan hubungan kalian menjadi baik, inilah tujuan kenapa Allah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk membanggakan diri dengan nasab atau dengan ayah dan ibu kalian.
Pendapat lain mengatakan bahwa maksud dari ayat “dari seorang laki-laki dan seorang perempuan” adalah laki-laki dan perempuan secara mutlak, dan ayat di atas adalah untuk menolak sikap mengutamakan diri dengan kelas-kelas secara mutlak seperti kulit putih dan hitam, Arab dan non-Arab, kaya dan miskin, majikan dan budak serta laki-laki dan perempuan, dan maknanya adalah wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan maka setiap orang dari kalian adalah manusia yang dilahirkan dari dua orang manusia dan kalian tidak punya perbedaan dari sisi ini, dan perbedaan bangsa-bangsa dan suku-suku di antara kalian bukanlah untuk memuliakan atau mengutamakan diri tapi agar kalian saling mengenal sehingga dengan itu sempurnalah urusan sosial kalian.
*Fairozi, Pengiat ISQH Nasional, sedang menyelesaikan studi magister di Pascasarjana UNUSIA Jakarta



Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy