Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Unusia Buka Registrasi Simposium Internasional

Unusia Buka Registrasi Simposium Internasional Gratis
Listen to this article

Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) membuka registrasi bagi masyarakat yang hendak mengikuti Simposium Internasional yang akan dihelat pada 30-31 Agustus 2021. Simposium ini mengangkat tema “Kosmopolitanisme Islam Nusantara: Jejak Spiritual dan Intelektual Nusantara di Jalur Rempah”.

Ketua Pelaksana Ngatawi Al Zastrouw menjelaskan bahwa peserta yang mendaftar melalui daring dapat mengikuti seluruh rangkaian event seminar meliputi forum pleno dan paralel.

Forum pleno adalah forum yang diikuti semua peserta, sedangkan forum pararalel adalah forum yang membahas sub tema dari tema pokok simposium.

Dalam forum pararel ini, peserta dapat memilih untuk mengikuti subtema sesuai minat masing-masing. “Dalam forum paralel, Peserta yang mendaftar dapat mengikuti forum-forum yang dipilih,” katanya.

Untuk mendaftarkan diri, calon peserta dapat mengisi data diri melalui tautan berikut. Symposium.unusia.ac.id/regist. Peserta Tidak dipungut biaya.

Perlu diketahui, bahwa peserta di sini bukan dalam arti orang yang menyampaikan hasil presentasi. Namun, peserta dalam arti orang yang dapat hadir menyimak dan menanggapi hasil presentasi para pemakalah yang sudah diseleksi panitia.

Acara ini akan diselenggarakan secara daring dan luring (hybrid). Bagi tamu yang diundang khusus bisa datang ke lokasi acara di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta. Bagi yang mengikuti secara daring, panitia akan mengirimkan tautan ruang virtual. Tautan acara akan diinformasikan beberapa hari sebelum acara dimulai.

“Jadi pastikan anda sudah mengisi data diri anda secara lengkap di formulir yang sudah disediakan,” ujar Zastrouw.

Sementara itu, Dekan Fakultas Islam Nusantara Ahmad Suaedy memastikan bahwa kegiatan ini bakal diisi oleh para ahli, baik dari dalam maupun luar negeri, sebagai narasumber.

Selain itu, panitia juga mengundang para akademisi dan peneliti sebagai pemakalah yang sudah diseleksi secara ketat untuk mempresentasikan artikel dan hasil penelitiannya.

Adapun topik yang dibicarakan dalam simposium ini adalah sebagai berikut.

  1. Perempuan Nusantara dan Jalur Rempah
  2. Jaringan Spiritual dan Intelektual di Jalur Rempah
  3. Bandar, Pelabuhan, dan Muara Sungai sebagai Nadi Jalur Rempah
  4. Manuskrip Rempah-rempah Nusantara di Eropa dan Timur Tengah
  5. Dialog antara Islam dan Sistem Kepercayaan Lain
  6. Pola Perubahan Pendidikan Islam
  7. Manuskrip dan Negosiasi Budaya di Jalur Rempah
  8. Membangun Metodologi Kreatif dalam Keilmuan Sosial dan Humaniora
  9. Transmisi Tradisi Oral dalam Masyarakat Nusantara di Jalur Rempah

Pembicara

Selain mengundang pembicara dari kalangan akademisi, aktivis, pendakwah, dan sebagainya dengan membuat abstraksi tulisan, kegiatan ini juga mengundang pembicara-pembicara utama sebagai berikut.

  1. Prof. K.H. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU)
  2. Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
  3. Prof. Dr. Ir. H. Mochammad Maksoem Machfudz, M.Sc. (Rektor Unusia)
  4. Dr. Ahmad Suaedy, M.A.Hum (Dekan Fakultas Islam Nusantara Unusia)
  5. Prof. R Michael Feener (Guru Besar Humaniora di Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Kyoto, Jepang)
  6. Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., CBE (Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  7. Dr. Hilmar Farid (Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Ristek)
  8. Prof. Peter (P.B.R.) Carey (Pengajar Sejarah di Universitas Indonesia)
  9. Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum (Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  10. Dr. Elaine van Dalen (Universitas Columbia, Amerika Serikat)
  11. Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.A. (Departemen Sejarah Universitas Indonesia)
  12. Drs. Sonny Chr Wibisono, M.A., DEA. (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)

Informasi selengkapnya, dapat berkunjung ke situsweb resmi Simposium Islam Nusantara Unusia berikut.

admin
Pena Santri adalah media dedikasi Santri Pejuang NKRI