26.1 C
Indonesia
18 Agustus 2019
Waktu Salat Duha yang Paling Utama 1

Waktu Salat Duha yang Paling Utama

Salat Duha adalah salat sunah yang dikerjakan pada pagi hari. Tepatnya mulai dari matahari meninggi sekitar satu tombak (kurang-lebih seperempat jam setelah matahari terbit) sampai matahari tergelincir. Salat Duha termasuk salat sunah muakkad, yakni sunah yang sangat dikokohkan. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat dan maksimal delapan rokaat.
Salat Duha dikenal sebagai salat penarik rejeki. Lebih-lebih di kalangan para santri, Salat Duha selalu menjadi salat favorit. Apalagi saat kiriman telat, seakan-akan jumlah rakaatnya kurang banyak, perlu ditambah seratus rakaat lagi. Terlepas dari itu, Salat Duha bisa menjadi alternatif pengganti sedekah dari 360 sendi dalam tubuh.
Salat Duha paling utama dikerjakan pada waktu seperempat siang pertama, yakni pukul 09:00. Tujuannya agar dalam tiap seperempat siang tidak kosong dari salat. Mulai dari Salat Subuh (seperempat pertama), Salat Duha (seperempat kedua), Salat Dhuhur (seperempat ketiga), dan Salat Ashar (seperempat keempat).
Salat Duha sunah dikerjakan dengan dua-dua. Dalam artian salam tiap dua rakaat. Berarti ada empat salam ketika Salat Dhuha delapan rakaat. Salat Duha juga bisa dikerjakan delapan rakaat sekaligus. Artinya hanya panggil salam satu kali ketika sudah mencapai delapan rakaat. Baik membaca tasyahhud tiap dua rakaat atau langsung tasyahhud akhir di penghujung rakaat. Intinya jumlah rakaat Salat Duha tidak lebih dari delapan rakaat. Mengenai variasi rakaatnya terserah yang mau salat.
Adapun mengenai bacaan surat yang dianjurkan dalam Salat Duha, Imam Muhamammad Nawawi Al-Jawi mengatakan dalam kitabnya “Nihayatus Zain”:
ويقرأ في الاولى من الركعتين الاولتين بعد الفاتحة سورة والشمس وضحاها وسورة الكافرون، وفي الثانية منها سورة        والضحى وسورة الاخلاص. ثم في باقى الركعات يقتصر فى الاولى على الكافرون وفي الثانية على الاخلاص.
Artinya : Dalam rakaat pertama dari dua rakaat awal Salat Duha (dianjurkan) membaca Surat Asy-Syamsi dan Surat al-Kafirun setelah al-Fatihah dan pada rakaat kedua membaca Surat al-Duha dan Surat Al-Ikhlas. Kemudian dalam sisa rakaat yang lain (6 rakaat terakhir) cukup membaca al-Kafirun pada rakaat pertama dan al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Surat-surat tersebut bukanlah hal yang wajib dibaca ketika Salat Duha. Kita bisa membaca surat lain sesuai yang kita hafal atau yang diinginkan. Hanya saja surat-surat tersebut menjadi pilihan utama para ulama salaf. Tentunya sangat baik apabila kita mengikuti bacaan para ulama salaf walaupun tidak berpengaruh pada keabsahan salat ketika membedai bacaan mereka. Namun hal yang terpenting adalah keistiqomahan dalam melaksanakan salat. Soal jumlah rakaat, surat-surat, variasi rakaat, atau waktu pelaksanaanya adalah hal yang tak perlu dipertentangkan.  Allah ta’ala a’lam.

Pilihan Lain

Selamat datang di layanan kami Setuju Lain Kali

Privacy & Cookies Policy